Kaltimdaily.com, IKN – Mimpi Dzakiya Sakhi Dayanti, siswi SMAN 1 Kota Cirebon buat ngibarin bendera di Ibu Kota Nusantara (IKN) harus kandas cuma sehari sebelum berangkat.
Cewek keren yang udah lolos jadi calon Paskibraka nasional 2025 ini mendadak dinyatakan gagal ikut ke IKN, cuma karena masalah… gigi!
Surat pembatalan itu dikirim oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan baru diterima H-1 sebelum keberangkatan. Alasan yang dikasih?
Katanya ada masalah pada kondisi gigi Dzakiya. Padahal, dia udah semangat banget, bahkan sempat ikut prosesi pelepasan bareng Wali Kota Cirebon di Balai Kota.
“Keputusannya datang dari BPIP, katanya karena gigi. Memang sih aturannya ada, tapi kenapa infonya harus mepet banget?” ujar Alfas Muharomi, Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Cirebon.
Kabar ini bener-bener bikin keluarga Dzakiya terpukul. Ibunya, Tanti Sofianti, ngaku kalau anaknya syok berat dan gak berhenti nangis sejak dapet kabar dari Bandung.
“Kakak nangis terus. Kok bisa kayak gini pas udah tinggal berangkat?” kata Tanti sambil terbata-bata.
Tanti juga nambahin kalau kondisi gigi anaknya nggak parah. “Giginya gak berlubang, utuh semua. Waktu seleksi di kota juga nggak ada masalah,” ujarnya.
Tragisnya lagi, momen pelepasan Dzakiya itu berlangsung bareng dengan kabar buruk dari BPIP. Harapan dan semangat yang udah dikumpulin berbulan-bulan langsung berubah jadi tangisan dan kecewa.
Kasus ini jadi sorotan publik dan ngebuka pertanyaan besar soal standar kesehatan dalam seleksi Paskibraka IKN.
Banyak yang ngerasa kecewa karena pemberitahuannya terlalu mepet dan kurang transparan. Harusnya, semua calon peserta udah tahu dari awal apa aja syarat medis yang bisa bikin mereka gagal.
Duka Dzakiya juga jadi pelajaran penting buat semua instansi yang terlibat.
Komunikasi, validasi, dan transparansi harus ditingkatkan biar nggak ada lagi mimpi anak muda yang kandas cuma karena miskom. Buat Dzakiya, semoga ini bukan akhir, tapi awal dari jalan besar lainnya! (*)















