banner-sidebar
Nasional

Evakuasi Pendaki di Rinjani Terkendala Medan Ekstrem, Jalur Gunung Rinjani Resmi Ditutup

Avatar
896
×

Evakuasi Pendaki di Rinjani Terkendala Medan Ekstrem, Jalur Gunung Rinjani Resmi Ditutup

Share this article
Evakuasi Pendaki di Rinjani Terkendala Medan Ekstrem, Jalur Gunung Rinjani Resmi Ditutup
Pencarian WNA di Gunung Rinjani. Ft by Ist

Kaltimdaily.comJalur pendakian Gunung Rinjani resmi ditutup untuk sementara waktu, sob!

Penutupan ini dilakukan demi kelancaran proses evakuasi seorang bule asal Brasil yang dikabarkan jatuh waktu mau naik ke puncak Rinjani, tepatnya di titik Cemara Nunggal, Sabtu (21/6/2025).

Pendaki dengan inisial JDSP (27) ini terjatuh di medan super ekstrem yang bikin tim SAR kerja ekstra keras.

Tim gabungan dari Basarnas Mataram langsung dikerahkan ke lokasi dengan bekal perlengkapan mountaineering yang canggih dan alat komunikasi satelit buat ngadepin sinyal yang naik-turun di area tersebut.

Koordinator lapangan dari Tim Rescue SAR Mataram, I Kadek Agus Ariawan, bilang medan yang mereka hadapi tuh benar-benar nggak gampang.

Tim butuh alat khusus, termasuk alat medis darurat dan perlengkapan vertikal rescue buat bisa nyampe ke titik jatuhnya korban.

“Korban udah terdeteksi lewat drone, lokasinya sekitar 500 meter di bawah jalur utama pendakian. Tapi dari hasil pengamatan, dia belum terlihat bergerak,” kata Yarman, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Buat ngedeketin titik jatuhnya korban, sebanyak 48 personel dari berbagai unsur dikerahkan, mulai dari Basarnas, Brimob, Polisi Hutan, sampai komunitas pendaki lokal kayak Rinjani Squad dan porter.

Mereka bahkan harus bermalam di sekitar lokasi dengan teknik flying camp karena hari mulai gelap dan medan terlalu curam buat dilalui malam-malam.

Sejak Selasa (24/6/2025), semua jalur pendakian resmi Gunung Rinjani ditutup, termasuk jalur Sembalun, Senaru, Torean, dan Timbanuh.

Penutupan ini dilakukan demi keamanan pendaki lain dan biar proses evakuasi bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Yarman juga tegas mengimbau semua calon pendaki buat nurut sama aturan dan menunda rencana pendakian ke Rinjani sampai waktu yang belum ditentukan. Keselamatan tetap jadi yang utama, guys!

Momen kayak gini juga jadi pengingat keras buat para pendaki, lokal maupun mancanegara, biar tetap aware sama kondisi medan dan cuaca.

Jangan nekat naik tanpa persiapan dan selalu ikuti jalur resmi yang direkomendasikan oleh pengelola taman nasional.

Semoga proses evakuasi ini bisa cepat selesai dan semua tim di lapangan tetap selamat menjalankan tugasnya.

Kita doakan juga yang terbaik buat JDSP. Gunung memang indah, tapi tetap harus hati-hati ya, bro! (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih