banner-sidebar
Bisnis

Danantara Siapkan Merger BUMN Karya, Fokus ke Bisnis Inti

Avatar
1276
×

Danantara Siapkan Merger BUMN Karya, Fokus ke Bisnis Inti

Share this article
Danantara. Ft by Ist

Danantara Bakal Merapikan BUMN, 9 Sektor Bakal Digarap Sampai Akhir 2025!

Kaltimdaily.com, Bisnis – PT Danantara Asset Management (DAM), lewat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), lagi nyiapin program strategis sampai akhir 2025 nanti.

Salah satu fokus utamanya adalah konsolidasi usaha BUMN di 9 sektor penting, mulai dari konstruksi sampai asuransi.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia yang juga Dirut PT Danantara Asset Management, Dony Oskaria, beberin rencana besar ini saat rapat bareng Komisi VI DPR, Rabu (23/7/2025).

Menurut Dony, mereka udah bagi program kerja Danantara dalam 3 klaster utama: restrukturisasi, konsolidasi, dan pengembangan.

Nah, sektor-sektor yang mau dirapikan Danantara antara lain: bisnis karya (alias konstruksi), pupuk, rumah sakit, hotel, gula, hilirisasi minyak, asuransi, pengelolaan aset, dan kawasan industri.

Dan untuk lancarin semua program ini, Danantara juga prioritaskan tata kelola SDM, keuangan, manajemen risiko, dan aspek hukum.

Rencana merger BUMN Karya pun masuk daftar kerja semester II/2025. Dony bilang, jumlah BUMN Karya bakal dikurangi dan fokus jadi kontraktor aja.

Jadi anak-anak perusahaan yang selama ini gak nyambung sama inti bisnis, bakal digabung atau ditata ulang. Diperkirakan, nantinya cuma bakal ada 3 perusahaan BUMN Karya besar yang bertahan dan fokus di proyek konstruksi.

Sekarang ini, Danantara ngelola banyak BUMN Karya, kayak PT Hutama Karya, Wijaya Karya (WIKA), Waskita Karya (WSKT), PP (PTPP), Adhi Karya (ADHI), Brantas Abipraya, sampai Amarta Karya.

Di sisi lain, Komisi VI DPR RI kasih warning ke Danantara soal model kerja mereka. Anggota Komisi VI, Ahmad Labib, ngingetin supaya Danantara gak ngulangin model konglomerasi yang bikin kacau kayak dulu-dulu.

Menurut Labib, dulu banyak banget anak usaha BUMN yang dibentuk tanpa strategi bisnis yang jelas, beda banget sama perusahaan swasta yang biasanya bikin entitas baru buat efisiensi.

Praktik konglomerasi itu katanya malah sering jadi celah buat inefisiensi dan bikin boros di masa depan.

“Jangan sampai praktik konglomerasi BUMN yang lama-lama itu diulang lagi. Itu jadi sumber inefisiensi dan kebocoran. Jadi tolong banget ini diperhatiin,” ujar Labib tegas.

Langkah Danantara untuk melakukan konsolidasi dan merger secara besar-besaran ini jadi angin segar buat BUMN, apalagi kalau beneran bisa bikin kerja lebih efisien dan fokus.

Tapi tentu aja, semua rencana ini harus tetap transparan dan tepat sasaran biar gak jadi bumerang kayak praktik masa lalu.

Semoga Danantara bisa jadi wajah baru pengelolaan BUMN yang lebih modern, lincah, dan efisien.

Dengan pengawasan DPR yang ketat, publik juga makin berharap semua strategi ini bukan cuma wacana, tapi bener-bener jadi solusi buat memperbaiki ekosistem BUMN di Indonesia. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih