banner-sidebar
Balikpapan

BI Balikpapan Siapkan Uang Rp2 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Tukar Uang Masyarakat Selama Ramadan

Avatar
817
×

BI Balikpapan Siapkan Uang Rp2 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Tukar Uang Masyarakat Selama Ramadan

Share this article
BI Balikpapan Siapkan Uang Rp2 Triliun untuk Memenuhi Kebutuhan Tukar Uang Masyarakat Selama Ramadan
Uang Rupiah. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menyiapkan uang layak edar (ULE) senilai Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini, yang dikenal dengan nama Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI), resmi dibuka pada Rabu, 18 Februari 2026, oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

Kepala KPwBI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa proyeksi kebutuhan uang tunai pada 2026 mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp1,8 triliun menjadi Rp2 triliun. Kenaikan ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif di wilayah Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.

Untuk memperlancar distribusi uang tunai, Bank Indonesia Balikpapan mengoptimalkan aplikasi PINTAR, yang bertujuan untuk meminimalisir antrean fisik dan memastikan pelayanan lebih efisien. Masyarakat dapat mengakses layanan kas keliling tematik dan penukaran uang melalui situs resmi PINTAR yang mulai dibuka pada 13 Maret 2026.

Dalam rangka memperluas akses penukaran uang, BI Balikpapan bekerja sama dengan perbankan umum, Pegadaian, dan Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo). Tersedia 213 titik lokasi penukaran uang dengan total 26.620 paket, yang dibagi dalam dua periode operasional: Periode I (18–27 Februari 2026) dan Periode II (1–15 Maret 2026).

Untuk menjaga kualitas uang rupiah, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk mengikuti prinsip “Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah”. Masyarakat diminta menjaga uang rupiah dengan metode 5J: tidak melipat, mencoret, meremas, men-stapler, atau membasahi uang. Selain itu, untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat disarankan untuk memeriksa uang dengan teknik 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memastikan distribusi uang yang aman dan efektif, sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan lancar. Selain itu, dengan persiapan matang, BI Balikpapan ingin memastikan tidak ada kendala dalam proses penukaran uang yang dapat mengganggu kelancaran ibadah dan perayaan hari raya.

Dengan perhatian penuh terhadap kualitas uang dan kelancaran distribusi, program ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat, tetapi juga mendukung perekonomian lokal Balikpapan selama momen penting Ramadan dan Idulfitri. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih