banner-sidebar
Nasional

Baru Awal Tahun, Program MBG Tembus Rp 18 Triliun, Tingkatkan Akses Makanan Bergizi ke 58,3 Juta Warga

Avatar
1149
×

Baru Awal Tahun, Program MBG Tembus Rp 18 Triliun, Tingkatkan Akses Makanan Bergizi ke 58,3 Juta Warga

Share this article
Kepala BGN, Dadan Hindayana. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Nasional – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto terus mengalami perkembangan signifikan sejak awal tahun 2026. Hingga 20 Januari 2026, anggaran yang telah diserap hampir mencapai Rp 18 triliun, dengan penyerapan tercepat di antara lembaga negara lainnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Jumlah penerima manfaat program MBG terus meningkat pesat. Pada 19 Januari 2026, tercatat 21.102 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani sekitar 58,3 juta orang. Dana operasional yang digelontorkan setiap hari mencapai Rp 855 miliar. Anggaran MBG dibagi dalam tiga bagian: 70 persen untuk pembelian bahan baku pangan, 20 persen untuk operasional dan gaji relawan, serta 10 persen untuk insentif mitra.

Realisasi anggaran MBG pada 2025 juga menunjukkan hasil yang positif. Total anggaran yang diserap mencapai Rp 55,2 triliun, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 52,2 triliun. Selama tahun 2025, sekitar 3,7 miliar porsi makanan bergizi berhasil disalurkan kepada kelompok sasaran, memberikan dampak positif bagi pemenuhan gizi masyarakat Indonesia.

Meski sempat ada gangguan dalam hal keamanan pangan, tren kasus keracunan yang terkait dengan program ini menunjukkan penurunan signifikan. Puncak kasus terjadi pada Oktober 2025 dengan 85 kejadian, namun pada Desember 2025 hanya tercatat 12 kejadian, dan pada Januari 2026 jumlahnya menurun menjadi 10 kejadian.

Kejadian-kejadian ini diduga disebabkan oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di SPPG, namun setelah adanya perbaikan, tren ini menunjukkan hasil yang semakin positif.

Untuk terus meningkatkan kualitas layanan, BGN juga berfokus pada peningkatan kepatuhan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga Januari 2026, sekitar 32 persen dari dapur MBG sudah memperoleh sertifikat tersebut. Selain itu, BGN sedang mengembangkan sistem akreditasi untuk SPPG, di mana setiap dapur MBG akan dinilai berdasarkan mutu produksi dan keamanan pangan yang diterapkan.

Program MBG juga memiliki target ambisius untuk tahun 2026, dengan rencana menambah 28.000 SPPG di kawasan aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil. Hal ini bertujuan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan gizi yang merata dan berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan bahwa program MBG dapat memberikan manfaat yang lebih besar, menjangkau masyarakat lebih luas, dan memastikan kualitas gizi yang optimal.

Dengan terus memperbaiki sistem operasional dan memantau penerapan SOP yang lebih ketat, diharapkan masalah terkait keamanan pangan dapat terus diminimalisir. Program ini akan terus menjadi pilar penting dalam memperbaiki status gizi masyarakat Indonesia di masa depan. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih