banner-sidebar
FokusBalikpapanKaltim

Banjir Parah di Balikpapan, Aktivitas Warga Kacau

Avatar
1102
×

Banjir Parah di Balikpapan, Aktivitas Warga Kacau

Share this article
Banjir Parah di Balikpapan, Aktivitas Warga Kacau
Banjir di Balikpapan. Ft by Antara

Kaltimdaily.com, Balikpapan – Banjir Balikpapan makin jadi-jadian! Hujan deras yang turun sejak Kamis pagi (19/6/2025) sukses bikin kacau seisi kota. Nggak cuma lalu lintas yang lumpuh total, tapi juga aktivitas ekonomi warga ikut kena imbas, apalagi di daerah padat kayak Jalan MT Haryono, Gunung Kawi, dan Kampung Timur.

Video-video banjir pun langsung bertebaran di medsos. Salah satu yang rame dibagikan lewat akun Instagram @portalbalikpapan. Dalam salah satu unggahan, kelihatan jelas mobil terendam di depan Bank OCBC, Jalan MT Haryono. Motoris pun terpaksa minggir cari tempat berteduh, sedangkan mobil-mobil banyak yang mogok nggak bisa jalan.

Berikut daftar 15 titik yang jadi korban banjir Balikpapan kali ini:

  • Balikpapan Baru
  • Gunung Guntur Bawah
  • Gunung Kawi
  • Jalan Beller, Kelurahan Damai
  • Gunung Malang
  • Gunung Sari (Simpang 3 BRI)
  • Eks Puskib
  • Jalan MT Haryono
  • Jalan Damai
  • Maxi Strat 1
  • Tanjakan Global Sport
  • MT Haryono Dalam (BJBJ)
  • Depan RS Hermina
  • Manggar Sari Depan Samator
  • Batu Butok, Balikpapan Barat

Yang mengejutkan, kawasan Batu Butok yang biasanya aman-aman aja kali ini ikut kebanjiran. Ketinggian air di sana bahkan sempat tembus 70 cm! Air mulai masuk sekitar jam 9 pagi dan langsung merendam rumah-rumah warga, terutama yang ada di belakang Perumahan Pertamina.

Gara-gara banjir ini, beberapa agenda resmi Pemkot Balikpapan pun harus di-cancel. Salah satunya acara penanaman mangrove yang terpaksa dibatalkan karena kondisi cuaca ekstrem dan genangan air yang nggak surut-surut.

Di Kampung Timur, tepatnya di Kelurahan Gunung Samarinda, toko mainan milik Sutrisno juga kena dampak. Air udah masuk ke dalam tokonya sekitar jam 08.30 WITA. “Kalau udah hujan deras gini, pasti banjir. Tadi air mulai masuk pas jam setengah sembilan,” curhat Sutrisno ke media.

Toko Sutrisno yang posisinya pas di pinggir jalan bikin kondisinya makin parah. “Tiap ada mobil lewat, air makin nyembur masuk ke dalam toko,” tambahnya. Gimana nggak makin stres kalau tiap hujan malah harus siap-siap basah-basahan nguras toko?

Kondisi ini jadi alarm buat pemerintah dan warga buat lebih serius urus masalah banjir. Infrastruktur dan drainase butuh upgrade, dan masyarakat juga perlu jaga kebersihan biar nggak makin parah. Karena kalau dibiarkan terus begini, bukan cuma toko yang kebanjiran—masa depan kota juga bisa ikut tenggelam. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih