banner-sidebar
Samarinda

Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Samarinda

Avatar
978
×

Bandara SSK II Pekanbaru Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Samarinda

Share this article
Operasi Gabungan. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Hot – Aksi penyelundupan narkoba antarprovinsi lagi-lagi berhasil digagalkan. Kali ini, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau bareng tim Aviation Security (AVSEC) Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru berhasil nyetop peredaran sabu seberat 2 kilogram yang mau dikirim ke Samarinda, Kalimantan Timur.

Kejadian ini terjadi Selasa (5/8/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pelaku berinisial I (27), warga Aceh, langsung diamankan saat pemeriksaan. Empat bungkus plastik hitam berisi kristal bening diduga sabu disembunyikan rapi di koper hitam merek Polo Louis.

“Tersangka I mengaku hendak membawa 2 kg sabu itu ke Samarinda, Kalimantan Timur,” jelas Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, Kamis (7/8).

Putu menegaskan keberhasilan ini hasil kerja sama solid antara timnya dan AVSEC Bandara.

“Tersangka serta barang bukti berhasil diamankan saat akan melakukan perjalanan udara,” ujarnya.

Dari pemeriksaan awal, terungkap kalau I cuma berperan sebagai kurir yang diperintah seorang pria berinisial J.

Polisi juga mendapatkan info kalau I sempat diantar oleh J bersama rekannya, MF, yang kemudian terbang ke Palu, Sulawesi Tengah.

Polda Riau nggak mau buang waktu. Mereka langsung koordinasi dengan Polda Sulawesi Tengah dan Polresta Palu.

Hasilnya, sekitar pukul 17.00 WITA, MF berhasil dibekuk di Palu dengan barang bukti tambahan 3 kilogram sabu.

Tersangka I mengaku ini kali pertamanya jadi kurir narkoba dan dijanjikan upah Rp60 juta. Polisi juga mengamankan dua ponsel milik I yang dipakai buat komunikasi selama operasi penyelundupan.

“Kami masih mendalami peran masing-masing tersangka serta mengejar pelaku utama yang jadi pengendali jaringan,” tambah Kombes Putu.

Putu menegaskan kalau pihaknya nggak bakal berhenti di level kurir.

“Perang terhadap narkoba harus dilawan sampai ke akar,” tegasnya.

Kasus ini jadi bukti kalau jaringan narkoba bekerja lintas provinsi dengan metode rapi.

Modus seperti ini sering mengandalkan kurir bayaran yang tergiur iming-iming uang besar, padahal risiko hukum dan nyawa sama tingginya.

Kepolisian mengimbau masyarakat buat ikut waspada dan melapor kalau ada aktivitas mencurigakan.

Dengan peran aktif warga, rantai peredaran narkoba bisa diputus sebelum barang haram itu sampai ke tangan pengguna. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih