Kaltimdaily.com – Kabar bahagia buat para guru di Kalimantan Timur!
Pemprov Kaltim resmi ngasih insentif sebesar Rp500 ribu per bulan buat tenaga pendidik dari jenjang PAUD sampai SMA, termasuk guru-guru di lembaga keagamaan.
Bantuan ini bakal cair selama enam bulan, dari Juli sampai Desember 2025.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim, Dasmiah, bilang kalau total penerimanya tembus 36.222 guru yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.
Insentif ini juga disalurkan bertepatan dengan mulainya tahun ajaran baru.
Bantuan ini jadi bagian dari perluasan program Gratispol (Gratis Total Pendidikan dan Pelayanan Publik).
Awalnya program ini buat mahasiswa, tapi sekarang udah menyentuh para guru juga—mulai dari yang formal sampai nonformal.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, turut ngejelasin bahwa insentif ini bentuk dukungan konkret buat para pengajar yang udah berdedikasi ngebangun kualitas pendidikan di level dasar.
Nggak cuma guru di sekolah negeri, tapi juga buat pengajar di TPA, TPQ, pondok pesantren, RA, MI, dan MTs.
“Kita pengen dorong semangat para guru supaya makin totalitas dalam mendidik generasi penerus Kaltim. Jangan sampai perjuangan mereka nggak dihargai,” kata Rudy.
Insentif ini juga diharapkan bisa memperkuat pondasi pendidikan sejak usia dini dan ngasih apresiasi lebih ke lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini kurang tersentuh bantuan pemerintah.
Langkah ini dianggap penting karena guru bukan cuma pengajar, tapi juga pembentuk karakter bangsa.
Dengan tambahan insentif ini, diharapkan para guru bisa lebih fokus dan semangat dalam mendidik, tanpa terlalu dibebani urusan ekonomi.
Kalau program ini sukses, bukan nggak mungkin insentif serupa bakal diperluas cakupannya atau diperpanjang waktunya.
Pendidikan itu investasi jangka panjang, dan Pemprov Kaltim tampaknya udah mulai ngerti betapa pentingnya menghargai mereka yang berjasa di balik suksesnya anak-anak bangsa. (*)







