KPK Bongkar Dugaan Suap Jalan Sumut: Topan Ginting Gak Main Sendiri?
Kaltimdaily.com, Korupsi – Drama korupsi proyek jalan di Sumatera Utara makin panas! Kali ini, giliran Kepala Dinas PUPR Sumut nonaktif, Topan Obaja Putra Ginting alias Inter Topan Ginting, yang jadi sorotan. KPK resmi menetapkan dia sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek jalan, tapi yang bikin heboh—Topan diduga nggak ngelakuin ini sendirian!
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, buka suara di Jakarta (25/7/2025). Dia bilang, “Kami juga menduga-duga bahwa TOP ini bukan hanya sendirian.” Artinya, ada kemungkinan besar ada pihak lain yang terlibat dan saling koordinasi dalam permainan haram ini.
KPK sekarang lagi nyelidikin lebih jauh siapa-siapa aja yang kerja bareng Topan. Bahkan, info dari keluarga dan barang bukti elektronik juga lagi dikulik di lab forensik buat ngungkap aliran dana dan alur perintahnya. Meski Topan belum mau buka suara, KPK nggak bakal berhenti nyari celah buat bongkar semuanya.
“Siapa yang nyuruh? Siapa yang bantu koordinasi? Itu semua lagi kami cari tahu,” tegas Asep. Jadi bukan cuma soal duit yang berpindah tangan, tapi juga soal jaringan di balik layar yang bisa aja lebih luas dari yang keliatan sekarang.
Nah, sejauh ini KPK udah tetapkan lima tersangka. Selain Topan, ada nama-nama kayak RES (Kepala UPTD Gunung Tua sekaligus PPK), dan HEL (PPK Satker PJN Wilayah I Sumut)—mereka diduga kuat sebagai penerima suap. Sedangkan yang ngasih “amplop” adalah dua bos perusahaan, yaitu KIR (Dirut PT DNG) dan RAY (Direktur PT RN).
Penetapan lima tersangka ini adalah hasil dari OTT (operasi tangkap tangan) yang dilakukan KPK pada 26 Juni 2025. Tapi KPK bilang ini baru awal, alias masih mungkin ada tersangka lain yang segera menyusul. Jadi siap-siap aja, karena benang kusut kasus ini belum kelihatan ujungnya.
Kasus ini jadi bukti kalau korupsi di sektor infrastruktur masih merajalela. Padahal, proyek jalan harusnya jadi ladang pembangunan, bukan ladang bancakan uang haram. Nama besar kayak Inter Topan Ginting pun akhirnya tumbang gara-gara main api sama duit rakyat.
Publik sekarang tinggal nunggu gebrakan selanjutnya dari KPK. Apakah bakal ada pejabat lain yang ikut terseret? Atau justru bakal terungkap jaringan yang lebih dalam? Yang jelas, masyarakat Sumut layak tahu siapa aja dalang di balik bobroknya proyek jalan yang seharusnya dinikmati rakyat. (*)











