Kaltimdaily.com, Nasional – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mengumumkan pembentukan Trio Akselerasi Program Pembangunan bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Investasi sekaligus Hilirisasi Rosan Roeslani.
Tim khusus ini dibentuk untuk mempercepat implementasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Menurut Purbaya, langkah tersebut bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang yang diyakini mampu memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam pernyataannya, Purbaya menyoroti lambannya realisasi belanja pemerintah pada kuartal III 2025 yang dinilai membuat perekonomian terkesan melambat. Ia berkomitmen untuk memaksimalkan serapan anggaran hingga akhir tahun agar tidak menyisakan sisa anggaran lebih (SAL). Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan mengalihkan anggaran ke sektor-sektor yang dinilai lebih siap guna memastikan program prioritas tetap berjalan sesuai target.
Salah satu kebijakan konkret yang dilakukan Purbaya adalah mengoptimalkan dana pemerintah yang sebelumnya mengendap di Bank Indonesia. Ia memutuskan untuk menempatkan Rp200 triliun ke lima bank umum dalam bentuk deposito. Bank yang menerima penempatan dana tersebut adalah BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan Bank Syariah Indonesia. Kebijakan ini bertujuan memperkuat penyaluran kredit ke masyarakat agar perputaran ekonomi semakin produktif.
Rincian penempatan dana tersebut yaitu Rp55 triliun masing-masing untuk BRI, BNI, dan Mandiri; Rp25 triliun untuk BTN; serta Rp10 triliun bagi Bank Syariah Indonesia. Ketentuan ini telah diatur melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025 tentang Penempatan Uang Negara yang berlaku sejak 12 September 2025.
Lebih lanjut, Purbaya menyatakan optimistis bahwa kondisi ekonomi nasional akan mulai menunjukkan perbaikan pada periode Oktober hingga Desember 2025. Ia menegaskan Kementerian Keuangan siap mendukung penuh program percepatan pembangunan agar roda ekonomi bergerak lebih cepat. “Semua uang yang kita punya akan dipakai efektif untuk pembangunan. Kalau ada program bagus tapi jalannya macet, akan kita dorong lebih cepat,” tegasnya.
Dengan strategi ini, pemerintah menargetkan akselerasi pembangunan dapat memperbaiki kondisi fiskal sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru. Menurut Purbaya, kehadiran Trio Akselerasi Pembangunan menjadi langkah penting untuk memastikan agenda Presiden Prabowo dapat berjalan maksimal.
Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas sinergi antara kementerian, lembaga, dan dunia usaha untuk mempercepat realisasi investasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat daya saing nasional sekaligus mendukung agenda hilirisasi yang menjadi fokus utama pemerintahan saat ini.
Dengan kepemimpinan Purbaya di bidang keuangan, publik menaruh harapan besar agar strategi percepatan pembangunan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Jika langkah ini berhasil, maka 2026 akan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memasuki fase pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan. (*)











