Nasional

Presiden Prabowo Instruksikan Pembersihan Sampah Pantai Bali

Avatar
1207
Pantai yang Penuh Sampah. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Nasional – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap masalah sampah yang semakin merajalela di pantai-pantai Bali, terutama yang terjadi pada Desember 2025.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah yang berlangsung di Sentul, Bogor, pada 2 Februari 2026, Prabowo mendengarkan keluhan dari beberapa tokoh negara asing mengenai kondisi kebersihan Bali yang semakin menurun. Prabowo menyatakan bahwa banyak wisatawan yang kecewa dengan kebersihan pantai-pantai populer seperti Kuta dan Legian, yang kerap dipenuhi sampah sehingga membuat mereka enggan kembali berkunjung.

Sebagai respons atas hal ini, Prabowo meminta agar para kepala daerah aktif menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama membersihkan sampah, bahkan melibatkan pelajar di setiap kegiatan tersebut.

Ia mengusulkan agar pada hari Jumat atau Sabtu, siswa dari berbagai jenjang sekolah dapat bersama-sama melakukan aksi bersih-bersih pantai sebagai bagian dari tanggung jawab mereka terhadap lingkungan. Jika kepala daerah tidak mampu menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi, Prabowo menyatakan kesiapannya untuk melibatkan TNI dan Polri dalam operasi pembersihan yang lebih intensif.

Pemerintah juga telah menyiapkan program “Gerakan Indonesia ASRI” (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang mewajibkan pejabat pemerintah untuk mengadakan kegiatan pengumpulan sampah setiap pagi sebelum jam kerja dimulai. Selain itu, Prabowo berjanji akan menyediakan dana untuk membeli truk sampah dan peralatan lainnya guna mendukung upaya pembersihan di berbagai wilayah.

Namun, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menjelaskan bahwa sebagian besar sampah yang mencemari pantai-pantai Bali berasal dari arus laut, khususnya pada musim hujan. Arus laut yang membawa sampah dari luar wilayah Bali, seperti dari Banyuwangi dan Jembrana, seringkali menumpuk di pantai-pantai utama Bali.

Untuk mengatasi hal ini, Koster berencana membentuk satuan tugas khusus yang akan berjaga di pantai-pantai utama Bali agar sampah dapat segera dibersihkan dan tidak menumpuk terlalu lama.

Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Udayana juga menunjukkan bahwa sampah yang mencemari pantai-pantai Bali banyak berasal dari laut, baik melalui aliran sungai yang membawa sampah ke laut maupun dari negara lain melalui arus laut internasional. I Gede Hendrawan, peneliti dari Universitas Udayana, menyatakan bahwa sebagian besar sampah berasal dari kawasan Selat Bali, yang membawa sampah dari Pulau Jawa.

Di sisi lain, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai bahwa penanganan masalah sampah di Bali masih kurang efektif dalam menyentuh akar masalahnya.

Mereka menekankan pentingnya pengurangan sampah sejak dari sumbernya, terutama yang berasal dari sektor industri dan pariwisata. Pemerintah seharusnya memberikan tekanan kepada industri, khususnya yang berkaitan dengan makanan dan minuman di kawasan wisata, untuk mengurangi produksi sampah sejak awal.

Tanpa adanya pendekatan yang lebih komprehensif, yang berfokus pada pengurangan sampah di hulu, masalah sampah di Bali dan kawasan wisata lainnya kemungkinan akan terus berulang dan membebani lingkungan. Pemerintah harus lebih serius dalam mendorong perubahan perilaku baik dari masyarakat maupun pelaku industri, agar masalah sampah ini dapat teratasi secara berkelanjutan.


Sebagai penutup, penting bagi semua pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan sektor industri, untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan wisata seperti Bali. Upaya pengurangan sampah harus dimulai dari perubahan pola pikir dan kebiasaan, agar Indonesia dapat menjadi negara yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.

Prabowo Subianto menekankan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version