Kaltimdaily.com, Balikpapan – Polresta Balikpapan makin gencar memerangi peredaran narkoba, khususnya di wilayah rawan. Salah satu langkah seriusnya dilakukan lewat Patroli Perintis Presisi Samapta yang digelar mulai Rabu (16/7) sore sampai Kamis (17/7) dini hari. Dalam razia itu, empat pemuda diamankan saat melintas di kawasan Gunung Bugis, Balikpapan Barat—lokasi yang dikenal jadi titik panas transaksi narkotika.
Petugas awalnya curiga dengan gerak-gerik mereka yang boncengan pakai motor. Saat diberhentikan dan digeledah, ternyata benar saja—ditemukan tiga paket sabu-sabu dan sebilah badik yang diselipin di pinggang salah satu pelaku. Nggak pake lama, semuanya langsung diamankan bareng barang bukti.
“Empat pelaku kita amankan dan udah kita serahkan ke Polsek Balikpapan Barat buat ditindaklanjuti,” jelas Kasat Samapta Polresta Balikpapan, AKP M. Chusen, pada Kamis (17/7/2025).
AKP Chusen bilang penangkapan ini berawal dari laporan warga yang resah dengan aktivitas mencurigakan di sekitar situ. Info itu langsung ditindak cepat, tim patroli menyebar dan hasilnya: empat pelaku sukses diciduk. Saat ini Unit Reskrim Polsek Balikpapan Barat lagi mendalami peran masing-masing, termasuk apakah mereka bagian dari jaringan pengedar yang lebih luas.
Kasi Humas Polresta Balikpapan, Ipda Sangidun, juga menegaskan kalau patroli seperti ini bakal terus digelar rutin. Bukan cuma di Gunung Bugis, tapi juga titik rawan lain di kota minyak ini.
“Kami ajak warga buat lebih aktif lapor kalau lihat yang mencurigakan, apalagi soal narkoba. Tanpa bantuan masyarakat, perang lawan barang haram ini bakal lebih susah,” tegasnya.
Patroli intens kayak gini jadi bukti nyata kalau polisi nggak main-main dalam memberantas narkoba di Balikpapan. Kerja sama bareng masyarakat juga penting banget buat nutup celah peredaran yang makin canggih modusnya.
Dengan konsistensi pengawasan dan keberanian warga buat speak up, harapannya wilayah-wilayah rawan bisa pelan-pelan bersih dari narkoba. Balikpapan aman bukan cuma jadi impian, tapi juga tanggung jawab bareng-bareng. (*)















