Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda memperkuat langkah pengendalian inflasi untuk memastikan kestabilan harga dan menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan.
Dalam High Level Meeting TPID, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan bahwa penguatan stok, kelancaran distribusi, serta pengawasan harga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Saefuddin memaparkan lima langkah strategis yang harus dipastikan berjalan efektif. Langkah tersebut meliputi ketersediaan stok pangan yang aman, distribusi barang yang tidak terhambat, pemantauan harga secara harian, stabilitas pasokan bahan pokok, serta tindakan cepat terhadap pelanggaran seperti penimbunan dan spekulasi yang dapat memicu lonjakan harga.
Pemkot juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait, termasuk Bulog, Bank Indonesia, TNI-Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya. Berdasarkan laporan terakhir, stok pangan di Samarinda berada dalam kondisi aman. TPID Kota Samarinda pun berhasil meraih peringkat kedua nasional, dan berpeluang memperoleh Dana Insentif Daerah sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pengendalian inflasi.
Berbagai upaya ini dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil menjelang Natal, Tahun Baru, serta rangkaian hari besar keagamaan lainnya. Pemerintah berharap sinergi lintas sektor dapat terus memperkuat ketahanan pangan dan memberi kepastian bagi masyarakat.
Ke depan, Pemkot Samarinda berencana memperluas pemantauan harga hingga tingkat kecamatan guna memastikan deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program operasi pasar murah untuk membantu masyarakat yang rentan terdampak inflasi.
Melalui rangkaian langkah ini, Samarinda menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan seluruh warga dapat terlindungi dari gejolak ekonomi menjelang momentum hari besar keagamaan. (*)















