banner-sidebar
KaltimSamarinda

Pemkot Samarinda Fokus Kolaborasi Banjir Bareng Pemkab Kukar

Avatar
829
×

Pemkot Samarinda Fokus Kolaborasi Banjir Bareng Pemkab Kukar

Share this article
Banjir di Kota Samarinda beberapa waktu yang lalu. Ft by Dok KD

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemkot Samarinda nggak mau tinggal diam ngadepin masalah banjir yang makin hari makin bikin warga stres. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, ngaku udah punya rencana buat ngajak kerja bareng Pemkab Kukar biar penanganan banjir di kawasan perbatasan bisa lebih maksimal. Hal ini disampaikannya langsung hari Selasa, 1 Juli 2025.

Menurut Andi Harun, kawasan utara Samarinda—yang berbatasan langsung sama Kukar—jadi salah satu titik rawan yang perlu perhatian bareng. Karena, kata dia, banjir itu nggak kenal batas wilayah. “Saya bakal coba komunikasi, bahkan kalo bisa ketemu langsung sama DPRD Kukar,” ungkapnya.

Salah satu ide yang dia usulkan yaitu bikin kolam retensi tambahan di wilayah perbatasan, tepatnya abis Bandara APT Pranoto. Kalau Kukar bersedia ngebangun kolam di sana, menurut Andi, limpahan air ke Samarinda bisa jauh berkurang.

“Kalau Kukar bisa bangun kolam retensi abis bandara APT Pranoto, itu bakal ngurangin banget volume air yang masuk Samarinda,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga lagi ngebut pembangunan kolam retensi di dua titik penting: kawasan Pampang dan Sungai Siring. Dua lokasi ini emang sering kena genangan saat hujan deras, jadi kolam retensi jadi solusi jangka menengah yang diandalkan banget.

Tapi Andi Harun ngingetin, kerja lapangan harus bener-bener dilakuin serius dan jangan cuma demi pencitraan aja. “Masalah banjir ini nggak bisa selesai sendiri-sendiri. Harus ada kolaborasi nyata, dan semua langkah teknisnya juga harus berdasar dari data lapangan, bukan asal-asalan dari kertas,” tutupnya.

Kalau sinergi ini beneran jalan antara Pemkot Samarinda dan Pemkab Kukar, bukan nggak mungkin penanganan banjir bakal makin cepat tuntas. Kerja bareng lintas wilayah jadi kunci penting biar Samarinda terbebas dari genangan tahunan yang meresahkan.

Kolaborasi ini juga bisa jadi contoh keren buat daerah lain, kalau penanganan bencana itu perlu solidaritas, bukan ego sektoral. Sekarang tinggal ditunggu: apakah Kukar siap duduk bareng? Warga tentu berharap banjir nggak lagi jadi langganan. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih