Kutai Timur

Pemerintah Kutim Fokus Pengembangan Bibit Sawit Sesuai Tanah Lokal

Avatar
1306
Bibit Sawit. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kutim – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya riset pengembangan bibit kelapa sawit yang sesuai dengan karakteristik tanah Kutim. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Tim Sustainable Landscape of Palm Oil Initiative (SLPI) United Nations Development Programme (UNDP) di Hotel Royal Victoria pada Rabu (10/9/2025).

Menurut Mahyunadi, Kutim selama ini masih bergantung pada pasokan bibit sawit dari Sumatera. Namun, dengan riset yang tepat, Kutim dapat mandiri dalam penyediaan bibit sawit.

“Jika Sumatera bisa, mengapa Kutim tidak?” ungkapnya.

Ia mengakui bahwa riset bibit sawit memerlukan waktu yang cukup panjang, bahkan hingga satu siklus tanam yang bisa mencapai 20–25 tahun. Namun, dengan adanya teknologi dan kerja sama yang baik, riset tersebut dapat dipercepat, sehingga dalam 5 tahun mendatang Kutim berpotensi menghasilkan bibit sawit yang sesuai dengan kondisi tanah setempat. Mahyunadi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan pendanaan jika riset tersebut sudah ada.

Selain riset bibit sawit, pertemuan juga membahas komitmen Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB), yang selaras dengan strategi ekonomi hijau Kalimantan Timur serta target nasional.

Forum Multipihak Pembangunan Berkelanjutan Kutai Timur (Formika) juga didorong untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, koperasi, dan masyarakat.

UNDP Indonesia pada kesempatan itu memperkenalkan metodologi Effective Collaborative Action (ECA), yang bertujuan memastikan partisipasi aktif semua pihak dalam mewujudkan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari agenda, tim UNDP SLPI juga dijadwalkan untuk mengunjungi Muara Bengalon, Tepian Baru, dan Miau Baru guna melihat langsung tantangan yang dihadapi petani serta inovasi lokal di lapangan.

Langkah riset bibit sawit lokal ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang besar bagi Kutim, mulai dari peningkatan produktivitas hingga pengurangan deforestasi. Program ini juga dipandang dapat menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kutim diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan industri kelapa sawit yang mandiri dan berkelanjutan.

Ke depannya, pengembangan riset bibit sawit lokal di Kutim bisa membuka peluang bagi daerah ini untuk lebih mandiri dalam menyediakan bahan baku yang ramah lingkungan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, seperti UNDP dan sektor swasta, Kutim dapat menjadi pelopor dalam pengelolaan sawit yang berkelanjutan dan mendukung ekonomi hijau di Kalimantan Timur. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version