Kaltimdaily.comm Kutim – Kebakaran besar melanda wilayah Kutim, tepatnya di Kecamatan Batu Ampar, yang menghanguskan puluhan rumah warga. Peristiwa yang terjadi pada 26 Maret 2026 tersebut menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak.
Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, turun langsung ke lokasi pada Minggu (29/3/2026) untuk meninjau kondisi pascakebakaran sekaligus memberikan dukungan kepada para korban. Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian aparat kepolisian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Data sementara menunjukkan sedikitnya 75 unit rumah warga hangus dilalap api. Selain kerugian materi yang besar, kejadian ini juga menimbulkan dampak psikologis, terutama bagi anak-anak yang mengalami langsung peristiwa tersebut.
Sebagai upaya pemulihan, jajaran polisi wanita (Polwan) Polres Kutim menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban kebakaran. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan humanis, seperti bermain bersama, bercerita, hingga memberikan motivasi agar anak-anak dapat kembali merasa aman dan nyaman.
Kapolres Kutim menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam situasi kemanusiaan. Menurutnya, dukungan moril sangat penting untuk membantu masyarakat bangkit dari kondisi sulit pascabencana.
Ia juga menyampaikan bahwa anak-anak menjadi prioritas dalam proses pemulihan. Pendampingan secara psikologis dinilai penting untuk mencegah trauma berkepanjangan akibat kejadian yang mereka alami.
Selain itu, Polres Kutim terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi. Langkah ini mencakup bantuan logistik hingga dukungan lanjutan bagi masyarakat terdampak.
Kegiatan trauma healing yang dilakukan mendapat respons positif dari warga Batu Ampar. Kehadiran Polwan yang berinteraksi langsung dengan anak-anak dinilai mampu menghadirkan suasana hangat dan mengurangi beban psikologis di tengah situasi sulit.
Upaya penanganan pascakebakaran di Kutim diharapkan terus berlanjut secara terpadu, tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga mental para korban. Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat proses pemulihan.
Dengan langkah yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat terdampak kebakaran di Kutim dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara normal. Dukungan berbagai pihak menjadi harapan utama agar proses pemulihan berjalan optimal dan menyeluruh. (*)











