banner-sidebar
WellFy

Obat Obesitas Wegovy Turunkan Lemak Hati pada 88,5 Persen Peserta

Avatar
575
×

Obat Obesitas Wegovy Turunkan Lemak Hati pada 88,5 Persen Peserta

Share this article
Gaya Hidup. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Gaya Hidup – Obat obesitas Wegovy yang mengandung semaglutide menunjukkan potensi menurunkan kadar lemak hati pada orang dewasa dengan obesitas. Analisis lanjutan penelitian STEP UP menemukan bahwa 23 dari 26 peserta yang memiliki kadar lemak hati berlebih pada awal penelitian mengalami penurunan hingga di bawah 5 persen setelah menjalani pengobatan selama 72 minggu.

Temuan tersebut setara dengan 88,5 persen peserta dalam kelompok yang dianalisis. Hasilnya dipresentasikan pada pertemuan tahunan European Association for the Study of Diabetes (EASD) 2026 di Milan, Italia, sebagaimana dilaporkan Medical Daily.

Analisis itu melibatkan 55 peserta dalam subkelompok penelitian STEP UP yang terdiri atas orang dewasa dengan obesitas tanpa diabetes. Dari jumlah tersebut, 26 peserta diketahui memiliki kadar lemak hati lebih dari 5 persen sebelum penelitian dimulai.

Pengukuran kandungan lemak hati dilakukan menggunakan metode magnetic resonance imaging-proton density fat fraction (MRI-PDFF). Teknik pencitraan ini memungkinkan peneliti memperkirakan proporsi lemak di hati tanpa harus mengambil sampel jaringan melalui biopsi.

Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata kadar lemak hati pada kelompok penerima semaglutide turun dari 8,8 persen menjadi 3,1 persen setelah 72 minggu. Angka tersebut merupakan hasil gabungan peserta yang menggunakan dosis 2,4 miligram dan 7,2 miligram, sehingga tidak menggambarkan hasil masing-masing dosis secara terpisah.

Meski demikian, hasil penelitian ini belum dapat dijadikan bukti bahwa Wegovy menyembuhkan penyakit hati. Analisis yang dilakukan bersifat post hoc dan eksploratif, yakni mengevaluasi data yang telah terkumpul untuk melihat temuan tambahan di luar tujuan utama penelitian.

Jumlah peserta dengan kadar lemak hati berlebih yang dianalisis juga relatif kecil. Selain itu, informasi yang dilaporkan belum memberikan rincian perbandingan hasil berdasarkan dosis maupun data kelompok plasebo yang memadai untuk menilai besarnya pengaruh obat secara terpisah.

Kondisi tersebut membuat hasil penelitian perlu ditafsirkan secara hati-hati. Studi lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar, kelompok pembanding yang memadai, serta evaluasi khusus terhadap kesehatan hati diperlukan untuk memastikan konsistensi temuan.

Penurunan kadar lemak hati juga tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh gangguan pada organ tersebut telah pulih. Kandungan lemak yang berkurang belum tentu disertai hilangnya peradangan atau perbaikan jaringan hati yang mengalami kerusakan.

Salah satu penyakit yang berkaitan dengan penumpukan lemak hati adalah metabolic dysfunction-associated steatohepatitis (MASH). Penyakit ini ditandai dengan penumpukan lemak yang disertai peradangan dan kerusakan sel hati. Pada sebagian pasien, kondisinya dapat berkembang menjadi fibrosis atau jaringan parut, bahkan sirosis pada tahap lanjut.

Analisis STEP UP tersebut tidak secara khusus membuktikan pemulihan peradangan maupun berkurangnya jaringan parut pada pasien MASH. Karena itu, hasilnya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Wegovy dapat menyembuhkan penyakit tersebut atau mencegah kerusakan hati dalam jangka panjang.

Temuan ini menambah bukti awal mengenai potensi semaglutide dalam pengelolaan kesehatan metabolik pada orang dengan obesitas. Namun, manfaatnya terhadap fungsi hati, perkembangan penyakit, dan risiko komplikasi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Bagi masyarakat yang mengalami obesitas atau memiliki masalah lemak hati, hasil penelitian ini dapat menjadi informasi untuk dibahas bersama tenaga medis. Penilaian kondisi kesehatan tetap perlu mempertimbangkan faktor risiko, riwayat penyakit, hasil pemeriksaan, dan pilihan penanganan yang sesuai bagi setiap pasien.

Penggunaan obat obesitas juga harus didasarkan pada indikasi medis dan pengawasan tenaga kesehatan. Wegovy tidak seharusnya digunakan atau diubah dosisnya secara mandiri hanya berdasarkan hasil penelitian yang masih bersifat eksploratif.

Ke depan, penelitian dengan pemantauan lebih panjang diharapkan dapat menjelaskan apakah penurunan kadar lemak hati yang terlihat pada pengguna semaglutide berkaitan dengan perbaikan kondisi organ tersebut secara menyeluruh. Hasil semacam itu penting untuk membedakan perubahan pada hasil pencitraan dari pemulihan penyakit hati yang terbukti secara klinis.

Dengan demikian, penurunan kadar lemak hati pada 23 dari 26 peserta menjadi temuan yang menjanjikan, tetapi belum merupakan kesimpulan akhir mengenai manfaat Wegovy terhadap penyakit hati. Bukti klinis yang lebih kuat tetap diperlukan sebelum potensi tersebut dapat dinilai secara menyeluruh. (*)