Kaltimdaily.com, Nasional – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan segera memanggil pengusaha rokok untuk membahas arah kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) tahun depan. Pemanggilan ini dijadwalkan paling lambat pekan depan agar keputusan terkait cukai dapat segera diumumkan ke publik.
Dalam keterangannya, Purbaya menyebut pemerintah berencana untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok pada tahun 2025. Menurutnya, kebijakan ini diambil sebagai langkah menjaga keberlangsungan industri rokok di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Namun, ia menegaskan keputusan tersebut tetap disertai syarat agar ada komitmen dari pengusaha rokok sebagai bentuk timbal balik.
Tarif cukai rokok selama ini ditetapkan cukup tinggi dengan beberapa tujuan, mulai dari menekan konsumsi masyarakat, menurunkan prevalensi perokok, meningkatkan penerimaan negara, hingga memberikan perlindungan bagi industri dan petani tembakau. Meski tarif CHT tidak naik, pemerintah memastikan harga jual eceran (HJE) tetap akan mengalami penyesuaian. Hal itu ditegaskan Dirjen Bea dan Cukai, Askolani, yang menuturkan meski cukai tidak berubah, harga eceran tetap dinaikkan.
Sebelumnya, Purbaya juga menyinggung soal tingginya tarif cukai rokok di Indonesia yang rata-rata mencapai 57 persen. Ia bahkan menyebut kebijakan tersebut cukup “aneh” karena terlalu menekan industri. Dalam media briefing di Jakarta Pusat pada 19 September lalu, Purbaya secara blak-blakan mengatakan tarif tersebut sudah “kebanyakan.”
Pemerintah kini berupaya mencari keseimbangan antara kepentingan fiskal negara, kesehatan publik, serta kelangsungan industri tembakau. Pertemuan dengan para pengusaha rokok diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang tidak hanya menjaga stabilitas industri, tetapi juga memastikan petani tetap terlindungi serta penerimaan negara tidak terganggu.
Dalam konteks yang lebih luas, kebijakan cukai rokok tahun depan menjadi cerminan bagaimana pemerintah menavigasi tarik-menarik kepentingan antara ekonomi dan kesehatan masyarakat. Purbaya menegaskan keputusan yang diambil harus mampu memberikan manfaat bagi semua pihak tanpa mengorbankan salah satu kepentingan.
Ke depan, hasil pertemuan antara Purbaya dengan para pelaku industri rokok akan sangat menentukan arah kebijakan fiskal sektor tembakau. Publik menantikan kepastian ini karena kebijakan cukai bukan hanya berdampak pada industri dan petani, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat serta penerimaan negara yang signifikan dari sektor tersebut. (*)











