Kaltimdaily.com, Samarinda – Warga Sungai Kapih lagi-lagi bikin gebrakan seru buat rayain HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Minggu (24/8/2025) kemarin, Forum RT Sungai Kapih ngadain jalan santai yang langsung bikin ribuan warga tumpah ruah.
Acara ini jadi yang kedua kalinya setelah sukses besar di tahun 2024 lalu.
Ketua Forum RT Sungai Kapih, Estu, bilang kalau meski cuaca agak kurang oke, jalan santai tetap berjalan mulus. Sebelumnya, warga juga udah disuguhi lomba bodo-bodo di hari Jumat dan lomba tumpeng di hari Sabtu.
Semua kegiatan ini murni hasil inisiatif Forum RT, dengan support penuh dari para ketua RT dan ibu-ibu di kampung.
“Alhamdulillah, meskipun hujan, acaranya tetap rame. Peserta juga hampir tembus 3.000 orang, sama kayak tahun lalu. Total ada 25 RT yang ikut, masing-masing iuran Rp 1 juta. Ditambah lagi ada bantuan dari donatur, jadi dana yang terkumpul lumayan besar,” jelas Estu.
Kemeriahan jalan santai makin terasa karena kedatangan Asisten I Pemkot Samarinda, Warto, yang mewakili Wali Kota.
Kehadirannya dimanfaatkan warga buat curhat soal Sungai Kapih yang sering banjir kalau hujan deras atau pasang air sungai.
“Warga minta supaya ada pengerukan sungai setidaknya setahun sekali. Soalnya RT 12, RT 19, RT 9, dan RT 5 selalu jadi korban banjir. Tahun lalu Pak Warto sempat ikut pengerukan bareng Forum RT, dan sekarang warga minta hal itu diulang lagi,” lanjut Estu.
Gak cuma itu, acara juga makin istimewa dengan kehadiran Markaca, Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda sekaligus Ketua PAC Gerindra. Dia ikut jalan santai bareng warga dan kasih apresiasi penuh.
“Luar biasa banget, meski hujan warga tetap semangat. Ini bukti kalau kegiatan ini bukan cuma perayaan biasa, tapi juga simbol kebersamaan. Forum RT dan para ketua RT bener-bener all out sehingga acara sukses dari sisi peserta, penyelenggaraan, sampai hadiah doorprize,” ucap Markaca.
Selain bahas banjir, Forum RT juga berharap pemerintah serius perhatiin soal pembangunan turap dan pagar makam di RT 8 Sungai Kapih.
Lahan makam itu sebelumnya udah berhasil didapat lewat swadaya dan bantuan perusahaan, tapi fasilitasnya masih butuh dibenahi.
“Untuk lingkungan, hampir 90 persen sudah aman. Tinggal fokus ke pengerukan sungai dan pembangunan turap makam, biar warga lebih nyaman,” tutup Estu.
Acara jalan santai ini jadi bukti nyata kalau kekompakan warga Sungai Kapih masih solid banget.
Dari anak-anak, orang tua, sampai tokoh masyarakat, semua turun tangan bareng demi bikin perayaan kemerdekaan jadi lebih meriah. Kehadiran Markaca dan pejabat kota juga makin memperkuat hubungan antara warga dan pemerintah.
Dengan semangat kebersamaan kayak gini, warga Sungai Kapih optimis ke depannya masalah banjir dan fasilitas umum bisa lebih cepat diatasi.
Jalan santai ini bukan cuma ajang hiburan, tapi juga sarana menyuarakan aspirasi. Harapannya, pemerintah bener-bener menindaklanjuti suara warga biar Sungai Kapih makin nyaman ditinggali. (*)











