Kaltimdaily.com, Mahulu – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) nggak mau ketinggalan eksis di ajang PEDA KTNA XI yang digelar di Kutai Barat. Tahun ini, Mahulu tampil beda dengan dua inovasi keren yang nggak cuma ramah lingkungan tapi juga punya nilai ekonomi tinggi.
Pertama, Mahulu unjuk gigi lewat inovasi pengolahan kulit kakao jadi pakan ternak. Biasanya kulit kakao cuma dibuang sia-sia, tapi kali ini diolah jadi pakan bergizi buat mendukung peternakan lokal. “Kulit kakao yang tadinya dianggap sampah, sekarang justru jadi solusi buat pakan ternak,” kata Rony Wigbertus, pembina kontingen Mahulu.
Inovasi kedua nggak kalah unik, yaitu plastik biodegradable yang terbuat dari kulit singkong. Produk dari Kampung Lutan ini gampang terurai dan tentunya ramah lingkungan. Cocok banget buat masa depan yang lebih hijau!
Kedua inovasi ini jadi senjata utama Mahulu dalam lomba unjuk tangkas di acara PEDA KTNA. Pesertanya dari berbagai kabupaten, jadi persaingan jelas ketat. Tapi Mahulu pede karena mereka udah nyiapin semuanya dengan matang.
Selain lomba, PEDA KTNA juga ngadain demo plot di Poltek Sendawar yang nunjukin berbagai teknologi pertanian, perikanan, dan perkebunan terkini. Semua teknologi ini bisa langsung diterapkan petani buat ningkatin hasil panen.
Tujuan utamanya jelas: nambah skill petani dan nelayan Mahulu supaya makin siap bersaing. Lewat kegiatan ini, diharapkan petani bisa makin melek teknologi dan semangat buat terjun ke inovasi pertanian modern.
Buat Mahulu, keikutsertaan ini juga jadi ajang promosi potensi lokal ke daerah lain. Dengan membawa inovasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan, Mahulu pengin tunjukin kalau wilayah perbatasan pun bisa jadi pelopor pertanian cerdas.
Kalau terus konsisten kayak gini, Mahulu bisa banget jadi role model daerah lain dalam hal inovasi berbasis kearifan lokal. Semoga aja inovasi mereka nggak cuma menang lomba, tapi juga bisa diadopsi secara luas buat masa depan pertanian yang lebih hijau dan berkelanjutan! (*)















