Kaltimdaily.com, Kukar — Peristiwa kebakaran kembali melanda Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebanyak sembilan rumah di RT 09, Desa Liang Ilir, Kecamatan Kota Bangun, hangus terbakar pada Kamis (27/11/2025) dini hari sekitar pukul 04.39 WITA. Insiden tersebut menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian bersama tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi sumber munculnya api.
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan bahwa tim dari Pos Damkar Kota Bangun langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan warga. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan, didukung para relawan serta masyarakat sekitar untuk menekan laju api yang dengan cepat menyebar.
Menurut Fida, cepatnya penyebaran api disebabkan oleh material bangunan yang sebagian besar berbahan kayu. Selain itu, jarak rumah yang berdekatan membuat proses pemadaman berjalan cukup sulit. “Kondisi permukiman yang padat menjadi salah satu kendala kami di lapangan,” ujarnya.
Setelah upaya pemadaman intensif, petugas berhasil mengendalikan api sekitar pukul 06.30 WITA. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebanyak 12 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan sementara ini harus mengungsi di pos darurat yang telah disediakan pemerintah desa.
Sebagai langkah tanggap bencana, pemerintah desa bersama aparat terkait telah membuka posko bantuan untuk memenuhi kebutuhan para korban. Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi berupa makanan, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan sehari-hari melalui posko tersebut.
Fida mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rumah tangga. Ia menegaskan pentingnya memeriksa instalasi listrik serta memastikan peralatan dapur dan elektronik telah dimatikan sebelum tidur atau meninggalkan rumah. “Pastikan semua peralatan aman dan tidak ada arus listrik yang tertinggal,” pesannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di wilayah permukiman padat, terutama yang masih didominasi bangunan kayu. Pemerintah daerah juga diharapkan terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran, termasuk edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman dan langkah pencegahan kebakaran.
Dalam waktu dekat, pemerintah Kukar berencana melakukan pendataan ulang terhadap area permukiman yang rawan kebakaran. Pendataan ini akan menjadi dasar penyusunan strategi penanggulangan bencana yang lebih efektif, termasuk kemungkinan peningkatan sarana pemadam dan pelatihan relawan kebakaran di tingkat desa. (*)











