Kaltimdaily.com, Kukar – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa kemitraan antara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putri Karang Melenu dengan PT Multi Harapan Utama (MHU) layak dijadikan teladan kolaborasi pendidikan bersama sektor swasta.
Menurutnya, kerja sama yang telah berjalan sejak 2019 itu terbukti membawa dampak positif, baik bagi dunia pendidikan maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kukar.
“Kolaborasi ini nyata hasilnya. Ratusan orang yang dulunya putus sekolah kini berhasil memiliki ijazah sekaligus keterampilan tambahan untuk masuk dunia kerja,” ujar Aulia saat memberikan keterangan, Senin (8/9/2025).
Selama enam tahun terakhir, PKBM Putri Karang Melenu berhasil meluluskan sebanyak 971 peserta. Para lulusan tersebut kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari karyawan perusahaan, pelaku usaha mandiri, hingga aparat desa.
Aulia menilai dukungan perusahaan swasta dalam dunia pendidikan merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang tepat sasaran sekaligus sejalan dengan visi Pemkab Kukar dalam membangun SDM unggul dan berdaya saing.
Keberhasilan ini juga tercermin dari hasil kajian Social Return on Investment (SROI). Setiap satu rupiah yang diinvestasikan dalam program tersebut mampu menghasilkan manfaat sosial sebesar Rp3,59. “Angka ini luar biasa, membuktikan bahwa investasi sosial di bidang pendidikan memberikan hasil yang signifikan,” jelas Aulia.
Lebih jauh, program ini dinilai ikut membantu menekan angka kemiskinan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Hal itu tercermin dari meningkatnya akses pendidikan, terbukanya peluang ekonomi baru, serta hadirnya kemitraan pembangunan yang lebih merata di wilayah Kukar.
Bupati Aulia berharap pola kerja sama antara PKBM Putri Karang Melenu dengan PT MHU dapat direplikasi oleh lembaga pendidikan lain bersama perusahaan di Kukar.
“Kalau lebih banyak perusahaan melakukan hal serupa, kualitas SDM kita pasti akan meningkat pesat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas manusia merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat. “Pendidikan bukan hanya tugas pemerintah. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global. Loa Kulu bisa menjadi contoh nyata suksesnya kolaborasi pendidikan di Kukar,” pungkasnya.
Kemitraan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Kukar tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga dapat diperkuat melalui kontribusi nyata sektor swasta.
Dengan kerja sama yang berkesinambungan, Kukar berpeluang menjadi daerah dengan SDM unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, langkah kolaboratif PKBM dan PT MHU dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kukar untuk menghadirkan solusi konkret dalam menghadapi persoalan pendidikan.
Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan SDM adalah kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat posisi Kukar sebagai salah satu daerah strategis di Kalimantan Timur. (*)











