Kaltimdaily.com, Internasional – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi sorotan melalui kampanye hak atas udara bersih yang disuarakan serial animasi asal Malaysia, Upin dan Ipin. Kampanye yang dipublikasikan melalui media sosial pada Oktober 2026 itu mengajak masyarakat menjaga hutan, menghentikan pembakaran terbuka, dan melindungi kesehatan anak-anak dari ancaman kabut asap.
Dalam poster kampanye tersebut, karakter Upin dan Ipin ditampilkan berbaring di atas hamparan rumput hijau dengan latar langit biru. Ilustrasi itu membawa pesan, “Udara bersih adalah hak semua,” yang menegaskan pentingnya lingkungan sehat bagi seluruh masyarakat tanpa dibatasi wilayah negara.
Melalui akun resminya, Upin dan Ipin juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran terbuka. Pesan tersebut disertai tagar #CleanAirForAll dan #HazeFreeASEAN, yang menyoroti persoalan kabut asap atau jerebu di kawasan Asia Tenggara.
Dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat turut digambarkan melalui karakter Ehsan Intan Payung. Dalam unggahan Instagram pada 17 Oktober 2026, Ehsan menceritakan rencananya berolahraga di luar rumah yang terganggu oleh kondisi udara berkabut. Ia akhirnya memilih beraktivitas di dalam rumah untuk mengutamakan kesehatan.
“Sekarang cukup beraktivitas di rumah karena kesehatan lebih penting,” tulis Ehsan dalam unggahan tersebut.
Persoalan kabut asap akibat karhutla tidak hanya menjadi perhatian di Indonesia, tetapi juga di negara-negara tetangga. Laporan MISTAR.ID menyebut dampak polusi udara turut dirasakan Singapura, Filipina, dan Thailand.
Singapura dilaporkan mencatat indeks polusi udara sebesar 288 pada pukul 15.00 pada pekan sebelumnya. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat berdasarkan skala indeks yang digunakan dalam laporan tersebut dan disebut sebagai tingkat tertinggi sejak 2015.
Di Malaysia, kualitas udara juga dilaporkan memburuk hingga mencapai kategori berbahaya di Sarawak pada bulan sebelumnya. Kondisi itu memengaruhi kegiatan masyarakat dan mendorong penutupan sejumlah sekolah.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim turut mengusulkan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui kerja sama negara-negara ASEAN. Namun, upaya pengendalian kabut asap lintas negara menghadapi tantangan, termasuk luasnya wilayah terdampak dan perubahan kondisi cuaca.
Kampanye Upin dan Ipin tersebut mendapat tanggapan dari pengguna media sosial Indonesia. Sejumlah warganet menyampaikan permintaan maaf atas dampak kabut asap yang dirasakan negara tetangga, sementara pengguna lain menanggapi unggahan itu dengan candaan yang mengaitkan Susanti, karakter asal Indonesia dalam serial tersebut.
Selain mengangkat hak atas udara bersih, akun resmi Upin dan Ipin sebelumnya membagikan edukasi mengenai langkah perlindungan diri saat kabut asap melanda. Panduan tersebut meliputi mengurangi paparan sinar matahari langsung, memenuhi kebutuhan cairan, menjaga kondisi tubuh, menggunakan masker yang sesuai, serta menjaga kebersihan diri.
Isu jerebu juga pernah diangkat dalam episode Upin dan Ipin, termasuk Bahasa Jerebu dan Bahaya Jerebu. Cerita dalam episode tersebut menggambarkan terbatasnya jarak pandang, menurunnya kualitas udara, pembatasan aktivitas luar ruangan, hingga penghentian sementara kegiatan sekolah.
Dalam cerita itu, Tok Dalang dan Uncle Muthu mengingatkan anak-anak agar tidak bermain terlalu jauh ketika jarak pandang menurun. Opah juga meminta Upin, Ipin, dan Kak Ros memperbanyak minum air putih. Keluarga tersebut menutup pintu dan jendela serta menghindari menjemur pakaian di luar rumah untuk mengurangi paparan asap dan debu.
Kampanye ini kembali menempatkan karhutla sebagai persoalan lingkungan yang dampaknya dapat melampaui batas administratif suatu negara. Ketika asap menyebar ke wilayah lain, kualitas udara, aktivitas pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kegiatan ekonomi dapat ikut terdampak.
Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengelola lahan, pelaku usaha, hingga masyarakat. Pengawasan kawasan rawan kebakaran, pencegahan pembakaran terbuka, dan penanganan dini menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran serta dampak asap yang ditimbulkannya.
Perhatian terhadap anak-anak juga menjadi bagian penting dalam menghadapi kabut asap. Selain upaya mencegah kebakaran, masyarakat perlu memperoleh informasi kualitas udara yang akurat dan mengikuti anjuran kesehatan dari otoritas terkait ketika polusi meningkat. Dengan demikian, perlindungan lingkungan dan kesehatan dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan udara bersih bagi generasi sekarang maupun mendatang. (*)

















