banner-sidebar
FokusNasional

Kapolri Minta Maaf Soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Avatar
1195
×

Kapolri Minta Maaf Soal Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Share this article
Kapolri memeluk keluarga korban ojol yang tewas dilindas rantis Brimob. Ft by Ist

Kapolri Minta Maaf Soal Ojol Tewas, Janji Proses Hukum Transparan

Kaltimdaily.com, Nasional – Jakarta lagi diguncang kabar duka. Seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat pengamanan aksi demo, Kamis (28/8/2025) malam.

Insiden ini langsung bikin publik heboh dan jadi sorotan nasional.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun turun tangan cepat. Ia menyampaikan permintaan maaf terbuka dan langsung menemui keluarga korban. “Saya sangat menyesali insiden ini dan mohon maaf sebesar-besarnya. Saya sudah perintahkan Kapolda serta Divisi Propam untuk segera menangani dan menindaklanjuti kasus ini,” ucap Kapolri.

Nggak cuma lewat pernyataan resmi, Kapolri juga datang langsung ke RSCM pada dini hari setelah kejadian. Ia terlihat menundukkan kepala, menyalami, bahkan memeluk keluarga Affan yang nggak bisa menahan tangis. Dalam momen penuh haru itu, Jenderal Sigit menyampaikan belasungkawa dan janji penuh tanggung jawab dari pihak kepolisian.

Biar makin transparan, Kapolri memerintahkan Divisi Propam Polri ikut kawal jalannya penyelidikan. Ia juga pastikan koordinasi sama lingkungan keluarga korban, mulai dari RT, RW, sampai pengurus masjid buat bantu proses pemakaman berjalan lancar.

Selain itu, Kapolri juga minta maaf secara khusus ke komunitas ojek online. “Tentunya saya juga minta maaf untuk keluarga besar ojol dan masyarakat. Pelaku yang terlibat akan dihukum secara tegas,” tegasnya.

Jenderal Sigit menekankan kalau Polri bakal evaluasi habis-habisan supaya kejadian serupa nggak terulang lagi. Ia menambahkan, “Kami mewakili keluarga besar institusi Polri menyampaikan dukacita yang mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya.”

Insiden ini jelas jadi ujian besar buat Kapolri dan institusi Polri. Publik nggak cuma menunggu ucapan maaf, tapi juga langkah nyata dalam mengusut kasus sampai tuntas. Kepercayaan masyarakat, khususnya komunitas ojol, jadi taruhan yang harus segera dipulihkan lewat tindakan tegas dan transparan.

Di sisi lain, komunitas ojol berharap kejadian tragis ini bisa jadi momentum buat aparat lebih humanis dalam mengawal aksi demo. Rasa aman warga sipil harus jadi prioritas utama, karena pada akhirnya, Polri ada untuk melindungi masyarakat. Kalau janji Kapolri benar-benar ditepati, insiden ini bisa jadi titik balik penting dalam memperbaiki hubungan antara rakyat dan aparat. (*)

Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih