Kaltimdaily.com, Bola — Persijap Jepara kembali gagal memetik poin penuh setelah ditundukkan PSBS Biak dengan skor 3–2 pada lanjutan BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Kamis (27/11) malam. Kekalahan ini memperpanjang rangkaian hasil buruk Laskar Kalinyamat yang belum meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir dan kini semakin terpuruk di zona degradasi.
PSBS Biak memulai pertandingan dengan agresif. Tekanan cepat langsung mereka lancarkan sejak detik pertama, ditandai dengan sundulan Hassan Nader yang hanya melebar tipis. Serangan tersebut akhirnya membuahkan gol pada menit keenam melalui Ruyery Blanco yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Persijap.
Tertinggal lebih dulu, Persijap mencoba bangkit. Dua pemain asing mereka, Carlos Franca dan Eduardo Barbosa, beberapa kali menguji ketangguhan kiper PSBS, Kadu. Usaha Persijap baru berbuah hasil pada menit ke-37 setelah tendangan bebas keras Franca bersarang di gawang PSBS, menyamakan skor menjadi 1–1. Hasil imbang tersebut bertahan hingga jeda babak pertama.
PSBS kembali menunjukkan dominasi pada awal babak kedua. Kontroversi terjadi di menit ke-53 ketika wasit memberikan penalti usai meninjau VAR atas benturan antara Blanco dan Rosalvo. Luquinhas yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membuat skor berubah menjadi 2–1.
Keunggulan PSBS bertambah pada menit ke-60 lewat kombinasi apik Damianus dan Heri Susanto. Umpan tarik Damianus disambut sepakan keras Heri dari sudut sempit, membawa PSBS menjauh 3–1. Persijap sempat mengancam lewat peluang Rosalvo, namun kembali digagalkan refleks cepat Kadu.
Situasi Persijap semakin sulit setelah Carlos Franca diusir wasit pada menit ke-71 usai menerima kartu kuning kedua karena protes keras. Meski bermain dengan sepuluh pemain, Persijap masih mampu memperkecil ketertinggalan melalui penalti Diogo Brito setelah bola mengenai tangan Pablo Andrade di kotak penalti, membuat skor menjadi 3–2.
Namun hingga tambahan waktu sembilan menit, Persijap gagal mencetak gol penyeimbang. PSBS Biak akhirnya mengamankan kemenangan 3–2 yang membuat Persijap semakin terdesak di papan bawah dan menambah tekanan besar bagi pelatih Danang untuk segera menemukan solusi agar tim dapat keluar dari tren negatif.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSBS Biak untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen dan menjaga momentum positif dalam beberapa pertandingan ke depan. Tim asal Papua tersebut dinilai tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang meski mendapat tekanan balasan dari Persijap di akhir laga.
Sementara itu, Persijap Jepara dipastikan harus melakukan evaluasi menyeluruh. Selain masalah konsistensi permainan, lemahnya koordinasi lini belakang dan tingginya jumlah pelanggaran menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi sebelum memasuki pekan berikutnya. Tim pelatih dituntut menghadirkan perubahan cepat agar peluang bertahan di kompetisi tetap terjaga. (*)

















