Kaltimdaily.com, Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya menarik pemodal untuk dua rencana pengembangan ekonomi baru, yaitu pembangunan penangkaran buaya dan pusat perbelanjaan modern. Namun hingga kini, belum ada investor yang menyatakan kesiapan untuk menanamkan modal pada kedua proyek tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kutim, Darsafani, menyampaikan bahwa pihaknya masih berupaya melakukan pendekatan dengan berbagai investor. Ia menegaskan bahwa potensi kedua proyek tersebut cukup besar dalam memperluas sektor ekonomi daerah.
Menurutnya, penangkaran buaya telah masuk sebagai salah satu program prioritas dalam daftar 50 unggulan Bupati Kutim. Sementara pembangunan mall dianggap penting untuk mengurangi arus belanja masyarakat ke luar daerah, terutama ke Bontang dan Samarinda, yang selama ini menyebabkan perputaran uang daerah tidak optimal.
Darsafani menjelaskan bahwa beberapa pihak sebenarnya sudah menunjukkan minat awal. Namun prosesnya belum berlanjut karena masih ada catatan teknis yang memerlukan penguatan, termasuk pemenuhan analisis pasar dan kelayakan usaha.
Ia menambahkan, pembangunan pusat perbelanjaan membutuhkan kajian mendalam, mulai dari jumlah populasi hingga distribusi potensi pengunjung di setiap kecamatan. Hal serupa juga berlaku pada rencana penangkaran buaya yang mensyaratkan ketersediaan pakan hewan secara konsisten dan berjangka panjang.
Terkait lokasi proyek, pemerintah daerah disebut memiliki sejumlah pilihan lahan yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Kendati demikian, titik pasti pembangunan mall masih dalam proses evaluasi dan belum diputuskan.
Meski investor belum juga masuk, Pemkab Kutim memastikan bahwa upaya percepatan dua proyek tersebut akan tetap dilanjutkan. Pemerintah daerah menilai keduanya penting dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Kutim.
Sebagai bagian dari strategi promosi, Pemkab Kutim berencana meningkatkan intensitas komunikasi dengan calon pemodal, termasuk penyusunan profil investasi yang lebih komprehensif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai potensi finansial yang ditawarkan daerah.
Selain itu, pemkab juga menyiapkan skema dukungan bagi calon investor, mulai dari percepatan perizinan hingga penguatan data pasar. Pemerintah berharap langkah-langkah ini mampu membuka peluang realisasi investasi yang selama ini dinanti masyarakat Kutai Timur. (*)















