Kaltimdaily.com, BONTANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui PPK 2.1 PJN Wilayah II melanjutkan pekerjaan penanganan titik longsoran di ruas jalan nasional Santan–Bontang. Penanganan dilakukan untuk memulihkan kondisi badan jalan sekaligus memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis tersebut.
Ruas Santan–Bontang merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, serta pusat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Karena itu, percepatan penanganan longsoran menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tidak terganggu.
PPK 2.1 PJN Wilayah II BBPJN Kalimantan Timur, Lalu Arpi, mengatakan pekerjaan difokuskan pada penanganan titik longsor agar kondisi jalan kembali stabil dan dapat digunakan secara aman oleh masyarakat.
“Kami terus melanjutkan penanganan longsoran di ruas Santan–Bontang dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas pekerjaan. Seluruh tahapan dilakukan sesuai spesifikasi teknis agar penanganan yang dilakukan benar-benar mampu menjaga stabilitas badan jalan dalam jangka panjang,” ujar Lalu Arpi.
Ia menjelaskan, selama pekerjaan berlangsung petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi untuk meminimalkan gangguan terhadap pengguna jalan. Masyarakat diimbau mematuhi rambu-rambu sementara serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang terus dipantau karena dapat memengaruhi proses pekerjaan maupun stabilitas lereng di sekitar lokasi longsoran.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi area pekerjaan, mengurangi kecepatan kendaraan, dan mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan. Kami berupaya agar pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin tanpa mengabaikan mutu konstruksi,” katanya.
BBPJN Kalimantan Timur memastikan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara intensif sehingga hasil penanganan tidak hanya memperbaiki kerusakan yang ada, tetapi juga meningkatkan ketahanan ruas jalan terhadap potensi longsor di kemudian hari.
Dengan berlanjutnya penanganan tersebut, diharapkan konektivitas ruas nasional Santan–Bontang dapat kembali optimal serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun kendaraan logistik yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Reporter: Aditya Setiawan







