Samarinda

Antusiasme Warga Sambut Bus Trans Samarinda, Dishub: Masih Prototipe

Avatar
1063
Bus Trans Samarinda. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Pawai Karnaval Budaya Nusantara di Samarinda, Sabtu (23/8) lalu , nggak cuma jadi panggung seni dan budaya, tapi juga momen unjuk gigi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.

Dua unit bus sedang plus satu Toyota Hiace ikut turun bareng peserta pawai. Yang paling bikin heboh tentu aja bus merah kece bertuliskan “Bus Trans Samarinda. Ribuan warga langsung terpana, banyak anak kecil sampai nyamperin dan megangin bodi bus. Di media sosial, penampakannya sempat viral karena dikira udah resmi jalan.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, buru-buru kasih klarifikasi. Katanya, Bus Trans Samarinda itu masih sebatas prototipe, belum resmi beroperasi. “Secara teknis sebenarnya udah siap, tapi tetap nunggu keputusan Pak Wali,” ujarnya, Minggu (24/8). Kehadiran bus di pawai itu lebih ke ajang sosialisasi, biar warga mulai kenal konsep transportasi massal baru di Kota Tepian.

Soal desain dan sistem, Hotmarulitua jelasin kalau bus Trans Samarinda bakal punya pintu depan buat masuk dan pintu tengah buat keluar. Penumpang juga bakal pakai sistem tap-in tap-out biar lebih modern. Nantinya ada kendaraan feeder seperti Hiace yang bisa menjangkau jalan sempit, misalnya kawasan Jalan Pramuka atau Loa Bakung. Warna merah khas dipilih langsung sama Wali Kota Samarinda Andi Harun, biar beda dari angkot biasa dan jadi identitas baru transportasi publik Samarinda.

Antusiasme warga pas lihat bus di pawai jadi catatan khusus buat Dishub. Banyak keluarga nyempetin foto bareng di depan bus. Menurut Hotmarulitua, ini sinyal jelas kalau masyarakat Samarinda udah nungguin transportasi publik yang lebih kekinian. “Kalau masyarakat sudah menunggu, berarti tugas kami memastikan program ini bisa segera jalan,” tegasnya.

Buat biayanya, Dishub udah siapin skema buy the service (BTS). Kalau pakai bus konvensional, dana yang dibutuhin sekitar Rp 28 miliar per tahun, sedangkan kalau langsung pakai bus listrik, biayanya bisa tembus Rp 34 miliar per tahun. Semuanya masih dalam proses pengajuan ke Wali Kota.

Kehadiran Bus Trans Samarinda ini diharapkan bisa jadi jawaban atas masalah transportasi kota yang makin padat. Pemerintah pengen warga punya pilihan transportasi umum yang aman, nyaman, dan pastinya lebih terintegrasi. Selama ini banyak warga masih bergantung sama kendaraan pribadi, jadi keberadaan bus ini bisa banget jadi solusi.

Kalau benar-benar terealisasi, Bus Trans Samarinda bukan cuma jadi moda transportasi modern, tapi juga simbol perubahan gaya hidup warga kota yang lebih ramah lingkungan.

Apalagi kalau ke depan opsi bus listrik dipilih, Samarinda bisa jadi salah satu kota pionir transportasi hijau di Kalimantan.

Dengan dukungan masyarakat dan komitmen pemerintah kota, harapan besar ada di pundak Trans Samarinda. Warga tentu pengen segera ngerasain manfaatnya, mulai dari ngurangin macet sampai bikin mobilitas sehari-hari lebih gampang. Sekarang tinggal nunggu lampu hijau dari Wali Kota buat wujudkan impian transportasi publik baru di Samarinda. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version