Andi Harun Tancap Gas Wujudkan Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda
Kaltimdaily.com, Samarinda – Pemkot Samarinda bareng Forkopimda dan Badan Gizi Nasional (BGN) kompak nyatuin langkah buat ngegas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) biar bisa cepat jalan di Kota Tepian.
Hal ini disampaikan langsung Wali Kota Samarinda, Dr. Andi Harun, waktu mimpin rapat koordinasi MBG di Balai Kota pada Kamis (28/8/2025). Rapat tersebut dihadiri Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Kajari Samarinda Firmansyah Subhan, perwakilan Dandim 0901 Samarinda Mayor Cba Agung Basuki, Koordinator Wilayah BGN Hariyono, Ketua Satgas MBG Suwarso, serta beberapa kepala OPD terkait.
Dalam rapatnya, Andi Harun ngasih penekanan kalau program MBG nggak bakal sukses kalau dijalankan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi bareng, mulai dari Pemkot, TNI, Polri, Kejaksaan, sampai BGN.
“Program ini nggak bisa berdiri sendiri. BGN, Polri, TNI, maupun Pemkot harus bareng-bareng biar hasilnya nyata. Nah, rapat hari ini jadi bukti kita serius kolaborasi,” tegas Andi Harun.
Selain itu, Pemkot Samarinda juga lagi nyiapin sistem berbasis teknologi informasi biar pelaksanaan MBG bisa dipantau dengan transparan. Semua proses, mulai dari dapur penyedia, pelaksana di lapangan, sampai distribusi makanan, bakal terintegrasi dalam sistem yang bisa diakses bareng oleh pemerintah, Polri, TNI, Kejaksaan, dan BGN.
Dari data yang dipaparkan, kebutuhan MBG di Samarinda cukup besar. Ada sekitar 135 ribu siswa yang harus difasilitasi makan bergizi gratis. Untuk mencapainya, dibutuhkan total 73 Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG). Tapi sayangnya, saat ini baru ada 10 SPPG yang beroperasi, artinya masih kurang 63 lagi yang harus segera dibangun.
Melihat tantangan ini, Andi Harun mendorong percepatan pembangunan SPPG agar target bisa tercapai sesuai harapan. Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari semua pihak, termasuk dunia usaha dan masyarakat, supaya program ini benar-benar terasa manfaatnya.
Kalau program MBG ini berjalan sesuai rencana, bukan cuma siswa yang bakal merasakan dampaknya, tapi juga sektor ekonomi lokal ikut kecipratan. Soalnya, bahan pangan bisa dipasok langsung dari petani dan UMKM sekitar Samarinda.
Harapannya, dengan kerja bareng yang solid, program MBG bisa jadi warisan positif buat masa depan anak-anak Samarinda. Bukan cuma soal gizi, tapi juga soal kualitas generasi penerus yang lebih sehat, kuat, dan siap bersaing. (*)











