Kaltimdaily.com, Kubar – Di Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, Wakil Bupati Nanang Adriani lagi gencar banget ngajak semua pihak buat barengan hadapi tantangan inflasi. Menurutnya, kuncinya ada di kolaborasi lintas sektor—mulai dari petani, pedagang, sampe pemerintah—biar harga pangan tetap aman di kantong dan stoknya nggak sampai tipis.
Nanang nyorotin pentingnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) buat ngejaga stabilitas harga. Caranya? Mulai dari nguatkan produksi pangan lokal, pastiin distribusi barang dari luar daerah lancar, sampai bikin harga tetap terjangkau. Dia juga wanti-wanti semua pihak harus gesit baca pergerakan pasar, aktifin sistem peringatan dini, dan terapkan strategi 4K: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Biar nggak cuma teori, Nanang kasih contoh aksi nyata seperti gerakan pangan murah, operasi pasar, penguatan jalur distribusi bahan pokok, sampai dukungan buat sektor produksi lewat mesin dan sarana pertanian. Menurutnya, inflasi itu punya efek langsung ke daya beli, apalagi buat masyarakat kelas menengah ke bawah. Kalau harga bahan pokok naik, otomatis kesejahteraan warga ikut terganggu.
Meski begitu, Nanang nggak nutup mata kalau urusan ngendaliin inflasi itu penuh tantangan. Mulai dari suplai dan permintaan yang nggak seimbang, harga komoditas dunia yang naik-turun, gangguan distribusi, sampai efek perubahan iklim ke hasil panen. Tapi dia optimis kalau semua pihak kompak, TPID bisa lahirkan kebijakan yang tepat buat antisipasi lonjakan harga pangan.
Nggak cuma pemerintah, Nanang juga ngajak masyarakat ikut andil, misalnya nggak belanja bahan pangan secara berlebihan. Soalnya, beli banyak-banyak justru bikin stok di pasar berkurang dan memicu harga naik.
“Kalau semua pihak kompak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, sampai masyarakat, kita bisa kok jaga harga pangan tetap stabil dan pasokan aman,” tutup Nanang.
Dengan situasi ekonomi global yang masih nggak menentu, Kutai Barat butuh strategi jangka panjang buat tekan inflasi. Salah satunya lewat digitalisasi rantai pasok, pemanfaatan data pasar secara real-time, dan peningkatan efisiensi distribusi bahan pokok.
Kalau langkah ini konsisten dijalankan, bukan cuma inflasi yang terkendali, tapi juga kesejahteraan warga bakal ikut naik. Kubar bisa jadi contoh daerah yang sukses jaga harga pangan stabil sambil tetap tumbuh ekonominya. (*)











