Mahulu Kirim Tujuh Mahasiswa ke China Lewat Program Beasiswa Indonesia Emas
Kaltimdaily.com, Mahulu – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, secara resmi melepas tujuh mahasiswa penerima Program Beasiswa Indonesia Emas Luar Negeri (BIE–LN) yang akan menempuh studi di Liaoning Technical University dan Changchun University of Technology, China.
Acara pelepasan berlangsung di Hotel Neo+ Airport Jakarta, disertai dengan penandatanganan kerja sama pendidikan internasional antara Pemkab Mahulu dan mitra luar negeri. Program beasiswa tersebut menjadi bagian penting dari visi pembangunan daerah “Mahulu Melaju: Maju, Merata, dan Berkelanjutan”, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul dari wilayah perbatasan.
Tujuh mahasiswa yang diberangkatkan meliputi Perdi Hanyeq, Regina Corrysa Angin (SMA Negeri 1 Long Bagun), Arsenius Girely Lejiu (SMA Negeri 1 Long Apari), Klemens Jonathan Hajang (SMAS Cor Jesu Malang), Tetho Juanfinlay Pongsumarre (SMA Katolik WR Soepratman 020 Samarinda), Andreas Andrew Carnegi Bahalan (SMK Kesehatan Budi Bakti Tering), dan Muhammad Nabiel Kurniawan Nyuk (SMA Mamahak Besar).
Dalam sambutannya, Bupati Angela menyampaikan rasa bangga atas capaian para penerima beasiswa tersebut. Ia menilai keberhasilan ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga simbol kemajuan dan semangat belajar masyarakat Mahulu.
“Program ini membuktikan bahwa anak-anak dari daerah perbatasan pun mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Angela.
Bupati Angela juga mengucapkan terima kasih kepada para orang tua, lembaga pendidikan, serta mitra luar negeri yang telah mendukung penuh pengembangan kerja sama pendidikan internasional. Ia menegaskan, keberangkatan mahasiswa ke China bukan sekadar kesempatan menimba ilmu, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan Mahakam Ulu.
“Mahasiswa diharapkan menjadi jembatan pengetahuan, membawa pulang pengalaman, ide, dan inovasi untuk pembangunan daerah di bidang teknik mesin dan ilmu komputer. Dua bidang ini penting bagi transformasi industri dan percepatan digitalisasi di Mahulu,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Angela juga berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga integritas dan semangat kebangsaan selama menempuh pendidikan di luar negeri. Ia berharap, setelah menyelesaikan studi, mereka dapat kembali ke Mahulu untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Turut hadir dalam acara itu Sekretaris Daerah Mahulu Dr. Stephanus Madang, Staf Ahli APKASI Bidang Pendidikan sekaligus Inisiator Program BIE Daerah Dr. Himmatul Hassanah, serta perwakilan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara dan jajaran pejabat Pemkab Mahulu.
Program beasiswa luar negeri ini menegaskan komitmen Pemkab Mahulu dalam membuka akses pendidikan internasional bagi generasi muda. Dengan dukungan penuh pemerintah, mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa kemajuan di bidang teknologi, industri, dan inovasi daerah.
Melalui langkah strategis ini, Mahulu menunjukkan keseriusan dalam membangun SDM unggul dan berdaya saing global. Diharapkan, program seperti BIE–LN terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di Kalimantan Timur dalam memperkuat investasi pendidikan bagi masa depan generasi perbatasan. (*)















