BalikpapanFokus

Tragedi Balikpapan Utara: Enam Bocah Meninggal di Kubangan Eks Galian

Avatar
1065
Proses evakuasi. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Balikpapan kembali dikejutkan insiden maut yang terjadi di kawasan Jalan PDAM, Graha Indah, Balikpapan Utara, Senin 17 November 2025.

Sebanyak enam anak ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kubangan bekas galian yang terisi air. Seluruh korban dievakuasi dan dinyatakan tidak lagi bernyawa saat tiba di Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan.

Dokter Spesialis Forensik Medikolegal RSKD Balikpapan, dr Heriyadi Bawono Putro, menyampaikan para korban mengalami mati lemas akibat kekurangan oksigen. Pemeriksaan visum dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus menyingkirkan dugaan tindakan pidana mengingat lokasi kejadian kerap menjadi area bermain anak-anak.

Enam korban diketahui merupakan warga sekitar RT 68 yang sedang bermain di lahan perumahan RT 37. Berdasarkan keterangan para saksi, lokasi kubangan sering dijadikan tempat berenang oleh anak-anak karena genangan air cukup luas. Seorang saksi bernama Salman menyebut bahwa ia ikut berenang sebelum menyadari beberapa anak tidak muncul kembali ke permukaan. Dua korban berhasil ditarik dalam kondisi lemas, sementara empat lainnya ditemukan sudah tenggelam.

Dari laporan Basarnas Balikpapan, kejadian dilaporkan sekitar pukul 17.30 Wita. Kepala Seksi Operasi Basarnas Balikpapan, Endrow Sasmita, mengatakan visibilitas di dalam kubangan sangat buruk dan kedalaman mencapai empat hingga lima meter, sehingga menyulitkan proses pencarian. Dalam penyelaman pertama, tim menemukan korban dalam tempo sekitar 15 menit.

Para korban masing-masing bernama Zairah (5), Tika (8), Fais (9), Icha (11), Qila (11), dan Fais (12). Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Pihak Basarnas kembali mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap area bekas galian yang masih terisi air dan berpotensi membahayakan keselamatan anak.

Tragedi di Balikpapan Utara ini memunculkan desakan warga agar pemerintah kota meninjau kembali area terbuka yang belum direstorasi dengan baik, khususnya bekas galian yang sudah lama tidak digunakan. Selain rawan kecelakaan, lokasi serupa juga berpotensi menjadi sumber penyakit akibat air tergenang.

Pemerintah Kota Balikpapan diminta melakukan pendataan wilayah berisiko dan memasang tanda peringatan keselamatan di seluruh titik yang dapat mengancam keselamatan warga, terutama anak-anak. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya bermain di area kubangan diharapkan dapat mengurangi potensi musibah serupa kembali terjadi di Balikpapan. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version