Kubar

Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara, Tenaga Pendidik Kubar Angkat Suara

Avatar
1088
Sri Mulyani. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kubar – Ucapan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang bilang kalau guru dianggap sebagai “beban negara” bikin heboh dan panas di kalangan tenaga pendidik. Banyak yang merasa sakit hati, termasuk guru-guru di daerah. Salah satunya datang dari Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur.

Adalah Lelyka Nur Valentin, seorang guru di Kubar, yang terang-terangan mengaku kecewa berat. Menurutnya, guru itu bukan beban, tapi fondasi penting buat masa depan bangsa. “Kalau guru disebut beban negara, beban yang bagaimana? Banyak teman kami sesama guru di sekolah negeri dibayar secara sukarela, bahkan setelah bertahun-tahun mengabdi,” ungkap Lelyka, Senin (18/8/2025).

Lelyka cerita kalau masih banyak guru, baik di sekolah negeri maupun swasta, yang tetap bertahan walaupun gajinya pas-pasan. Bahkan ada yang cuma dapat honor seikhlasnya. Meski begitu, mereka tetap konsisten ngajar demi masa depan anak-anak Indonesia. Ucapan yang menempatkan guru sebagai beban negara, menurutnya, jelas bikin sakit hati.

“Tanpa peran guru, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan sulit berkembang,” tegasnya. Buat dia, guru itu ujung tombak kemajuan bangsa, jadi harusnya lebih dihargai, bukan malah dipandang sebelah mata.

Harapan Lelyka simpel, dia pengen pemerintah lebih peka sama jeritan hati guru. Yang dibutuhkan bukan omongan yang merendahkan, tapi aksi nyata buat meningkatkan kesejahteraan. “Kami berharap pemerintah lebih menghargai perjuangan guru. Jangan hanya guru negeri yang diperhatikan, tapi juga guru swasta,” tambahnya.

Ia nutup pernyataannya dengan pesan menohok, bahwa guru seharusnya dianggap mitra penting dalam pembangunan bangsa. “Kami tidak hanya mendidik, tapi juga berjuang mencerdaskan generasi. Sudah seharusnya perjuangan itu diapresiasi,” ujarnya.

Di balik kontroversi ini, suara dari Kubar jadi bukti nyata kalau guru di daerah masih berjuang keras walaupun sering kali luput dari perhatian. Mereka tetap bertahan dengan segala keterbatasan, hanya karena yakin pendidikan adalah kunci utama memajukan bangsa.

Semoga pernyataan ini bisa jadi alarm bagi pemerintah buat lebih serius memikirkan nasib guru di seluruh Indonesia, bukan cuma di kota besar tapi juga di daerah seperti Kubar. Sebab tanpa guru, mustahil bangsa ini bisa maju dan bersaing dengan negara lain. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version