Kaltimdaily.com, Berau – Pemerintah Kabupaten Berau nunjukin komitmen serius buat bantu dunia pendidikan, khususnya buat anak-anak dari keluarga kurang mampu. Salah satu program keren yang bakal digarap bareng pusat adalah Sekolah Rakyat, dan Berau jadi salah satu daerah yang ditunjuk buat ngembangin program ini.
Demi nyuksesin program nasional ini, Pemkab Berau udah nyiapin lahan strategis seluas 5–10 hektare di Kelurahan Gunung Tabur. Lahan tersebut bagian dari total 18 hektare yang sekarang masih dalam tahap pematangan. Sekolah ini bakal dikonsep boarding school alias sekolah berasrama, lengkap dengan layanan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang nyaman buat para siswanya.
“Anggaran buat matengin lahannya bakal masuk di anggaran perubahan tahun ini, sedangkan bangunan fisik bakal dibangun sama Kementerian PUPR secara multiyears. Jadi belum bisa dibangun tahun ini,” jelas Harjupri, Sekretaris Dinsos Berau.
Targetnya, Sekolah Rakyat Berau bakal mulai beroperasi di tahun ajaran 2026. Sekolah ini bakal nampung murid dari jenjang SD, SMP, sampai SMA, masing-masing dua rombel. Total, kapasitas maksimal bisa sampai 1.000 siswa nantinya. Tapi, syarat utama buat bisa sekolah di sini adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem atau masuk kategori desil 1 dan 2, dan orangtuanya harus setuju anaknya tinggal di asrama.
Lokasinya dipilih karena posisi Gunung Tabur dianggap paling strategis dan gampang dijangkau dari kecamatan lain. Tapi tetap aja, semua proses pemilihan muridnya bakal ngacu ke data DTSEN alias Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yang sekarang jadi acuan pengganti DTKS.
Selain itu, sekolah ini juga bakal ngikutin kurikulum nasional dengan tambahan materi pendidikan karakter, mulai dari kepemimpinan, keterampilan hidup, nasionalisme, sampai nilai-nilai keagamaan. Untuk urusan tenaga pendidik, Disdikbud akan dilibatkan, tapi jumlah gurunya masih nunggu progress pembangunan selesai.
Menariknya, seluruh biaya operasional dan gaji guru ditanggung oleh pemerintah pusat, sementara proses seleksi tenaga pendidik dan siswa dilakukan oleh pemerintah daerah. Jadi, meski sekolahnya gratis dan keren, prosesnya tetap selektif dan terstruktur.
Hendratno, Asisten I Setkab Berau, juga berharap ada sedikit kelonggaran dari Kemensos soal seleksi murid. Menurutnya, banyak anak di kampung seperti Merabu yang walaupun secara ekonomi nggak masuk kategori miskin ekstrem, tapi mereka harus tinggal sendiri jauh dari orangtua cuma buat bisa sekolah. “Harapannya ada kebijakan khusus supaya mereka juga bisa ikut merasakan manfaat dari Sekolah Rakyat ini,” ucapnya.
Dari sisi legislatif, dukungan datang dari Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong. Ia bilang, program Sekolah Rakyat ini harus benar-benar nyasar ke yang butuh. Menurutnya, ini bagian dari tanggung jawab bersama untuk ningkatin kualitas pendidikan di Kabupaten Berau.
Kalau rencana ini berjalan lancar, Sekolah Rakyat bisa jadi titik balik penting buat pendidikan di Berau. Gak cuma jadi solusi buat anak-anak dari keluarga kurang mampu, tapi juga bisa jadi inspirasi untuk daerah lain dalam membangun pendidikan yang lebih inklusif dan adil.
Dengan dukungan dari semua pihak — dari pemerintah, DPRD, sampai masyarakat — harapannya sekolah ini bisa jadi tempat lahirnya generasi muda Berau yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan. Mari kita sama-sama kawal agar cita-cita besar ini bisa segera terwujud! (*)











