Kaltimdaily.com, Samarinda – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda ngadain Forum Group Discussion (FGD) buat ngebahas serius rencana relokasi warga yang terdampak longsor di Perumahan Keledang Mas.
Acara ini digelar di ruang rapat Disperkim, Jalan Achmad Amins, Sungai Pinang, dan dihadiri banyak stakeholder penting.
Gak main-main, forum ini melibatkan perwakilan dari BPBD, Dinas PUPR, Bagian Hukum Setda, dan juga pihak pengembang perumahan.
Mereka duduk bareng, ngobrolin solusi terbaik buat para warga yang rumahnya udah gak aman lagi karena bencana longsor.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, yang juga hadir langsung di forum tersebut, bilang kalau sinergi antarinstansi itu wajib banget. Gak boleh kerja sendiri-sendiri kalau mau hasilnya maksimal dan tepat sasaran.
“Forum ini buat samain persepsi semua pihak. Syukurnya, pengembang responsif. Mereka bahkan mau ubah site plan dan alihin wilayah terdampak longsor jadi Ruang Terbuka Hijau (RTH),” ucap Deni ke awak media.
Selain itu, pengembang juga udah siap buat nyediain lahan pengganti buat relokasi warga.
Gak cuma janji, tapi udah disiapin juga mekanismenya. Bisa berupa relokasi langsung atau ganti rugi atas lahan yang terdampak bencana.
“Ini bagian dari komitmen kita semua supaya warga dapet hunian yang aman, nyaman, dan pastinya legal,” lanjut Deni yang juga politisi dari Partai Gerindra itu.
Deni juga ngingetin BPBD buat segera ngelakuin kajian teknis lanjutan.
Soalnya, masih ada retakan tanah yang terpantau di sekitar lokasi. Jangan sampai muncul longsor susulan yang bisa bahaya buat blok-blok lain di perumahan tersebut.
“Potensi longsor harus dipetakan lebih detail. Kita gak mau ada kejadian susulan yang ngancam keselamatan warga,” katanya.
Setelah kajian dan perubahan site plan disetujui, pengembang bakal langsung sosialisasiin info relokasi ke warga terdampak.
Kabar baiknya, lokasi relokasi masih berada di sekitar perumahan Keledang Mas karena pengembang masih punya lahan cadangan.
“Begitu surat perubahan disetujui, infonya langsung kami sebar ke warga. Jadi mereka gak perlu jauh-jauh pindah karena lahannya masih dalam area yang sama,” jelas Deni.
Dengan rencana relokasi ini, harapannya warga gak cuma dapat tempat tinggal baru, tapi juga rasa aman yang selama ini sempat hilang karena ancaman longsor.
Pemerintah, DPRD, dan pengembang harus terus jalan bareng biar prosesnya gak mandek di tengah jalan.
Langkah cepat ini juga jadi bukti kalau kolaborasi itu kunci.
Gak cukup cuma tanggap bencana pas kejadian, tapi juga penting buat mikirin solusi jangka panjang biar warga bisa tinggal dengan tenang tanpa rasa was-was. (*)

















