Berau

Produksi Kakao di Berau Naik, Kopi Masih Alami Penurunan

Avatar
1283
Kakao di Berau. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Berau – Dinas Perkebunan Kabupaten Berau memastikan bahwa ketersediaan hasil perkebunan kakao dan kopi masih terjaga hingga akhir tahun 2024. Namun demikian, perkembangan industri pengolahan kedua komoditas unggulan tersebut dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, menyampaikan bahwa produksi kakao mengalami peningkatan yang cukup tinggi sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data, total produksi mencapai 463,70 ton, meningkat dari 416,81 ton pada 2023. Lonjakan ini didukung oleh pola tanam yang lebih baik, program pembinaan kepada petani, serta penggunaan bibit unggul. “Tahun ini ada peningkatan cukup baik,” jelasnya, Rabu (3/9/2025).

Sementara itu, tren produksi kopi di Berau justru terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Produksi tercatat hanya 4,32 ton pada 2024, lebih rendah dibandingkan 6,05 ton pada 2023 dan 8,51 ton di 2022. Menurut Lita, penurunan ini dipengaruhi faktor usia tanaman yang sudah tua, menurunnya minat petani, serta peremajaan yang belum optimal. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa meningkatnya ketertarikan terhadap kopi liberika dapat membuka peluang baru bagi pengembangan kopi di Berau.

Sayangnya, baik kakao maupun kopi hingga kini belum mendapat dukungan penuh dari industri pengolahan di daerah. Hanya terdapat sedikit usaha pascapanen, di antaranya pengelolaan kakao oleh Berau Cocoa serta usaha kopi yang dijalankan oleh Seduh Kopi. Mayoritas hasil panen masih dijual dalam bentuk biji kering ke Samarinda, Balikpapan, bahkan hingga luar Kalimantan.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi petani, sebab nilai tambah belum dapat dirasakan secara maksimal. Tanpa adanya hilirisasi lokal, potensi keuntungan sulit diperoleh. Padahal, apabila komoditas tersebut diolah menjadi produk jadi seperti cokelat batangan, bubuk kakao, atau kopi kemasan, nilai jual bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Lita berharap adanya keterlibatan pihak swasta maupun UMKM untuk memperkuat industri lokal di Berau. Menurutnya, pengembangan hilirisasi bukan hanya mampu meningkatkan nilai tambah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memperkuat perekonomian daerah.

“Kami ingin Berau tidak hanya dikenal sebagai penghasil kakao dan kopi, tetapi juga sebagai produsen produk olahan yang berkualitas serta berdaya saing,” pungkasnya.

Ke depan, peluang pengembangan kakao dan kopi di Berau masih terbuka lebar. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat, mulai dari petani hingga pelaku industri.

Dengan begitu, Berau berpotensi menjadi salah satu daerah penghasil produk olahan perkebunan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Selain itu, upaya peningkatan branding produk lokal juga menjadi kunci. Dengan promosi yang tepat, produk olahan kakao dan kopi asal Berau bisa memiliki nilai jual tinggi dan menjadi ikon baru daerah. Hal ini akan memperkuat posisi Berau sebagai sentra komoditas perkebunan unggulan di Kalimantan Timur. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version