FokusNasional

Prabowo Bawa Pulang 30 Ribu Artefak dari Belanda, Jadi Momentum Diplomasi

Avatar
1185
Artefak Belanda yang Dikembalikan ke Indonesia. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan kabar bersejarah usai melakukan kunjungan kenegaraan ke Belanda. Pemerintah Belanda menyatakan sepakat mengembalikan 30 ribu artefak berharga yang dahulu dibawa dari Indonesia.

“Di Belanda saya diterima dengan sangat baik oleh Raja. Belanda mengembalikan 30.000 item artefak yang mereka bawa dari Indonesia dikembalikan ke kita,” ujar Prabowo, Sabtu (27/9/2025). Ia menegaskan, pengembalian artefak ini merupakan bukti nyata komitmen Belanda menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

Selain soal artefak, Prabowo juga menyampaikan bahwa Ratu Maxima dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada 25 November 2025. Fokus kunjungan Ratu Maxima adalah pembahasan sektor keuangan bersama para ahli Indonesia. “Ratu merupakan ahli keuangan. Kedatangannya nanti untuk berdiskusi dengan ahli keuangan Indonesia serta membantu keuangan rakyat,” kata Prabowo. Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga akan melibatkan dukungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Kunjungan Prabowo ke Belanda dilakukan setelah lawatan ke Amerika Serikat dan Kanada. Di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Presiden RI itu disambut langsung Raja Willem dan Ratu Maxima. Menurut Biro Pers Sekretariat Presiden, penyambutan tersebut merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari Kerajaan Belanda, mengingat jarang sekali raja dan ratu hadir bersamaan.

Pertemuan kedua pihak berlangsung hangat dan membahas sejumlah isu strategis, termasuk kerja sama bilateral di berbagai sektor. Hubungan diplomatik Indonesia–Belanda disebut semakin menguat setelah pertemuan tersebut.

Di sela agenda resmi, Prabowo juga berziarah ke makam kakek dan nenek dari pihak ibu di pemakaman umum Oud Eik en Duinen, Den Haag. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menulis, “Di sela-sela kunjungan resmi kenegaraan ke Kerajaan Belanda, saya menyempatkan diri berziarah ke pemakaman umum Oud Eik en Duinen di Den Haag.”

Dengan dikembalikannya artefak bernilai sejarah ini, Indonesia tidak hanya berhasil merebut kembali warisan budaya penting, tetapi juga memperkuat identitas bangsa di mata dunia. Pemerintah berharap langkah ini menjadi titik awal pengembalian artefak lain yang masih berada di luar negeri.

Ke depan, kerja sama erat antara Indonesia dan Belanda diyakini akan membawa manfaat lebih luas, baik dalam bidang budaya maupun ekonomi. Momentum pengembalian artefak ini diharapkan menjadi simbol persahabatan abadi, sekaligus dorongan bagi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan sejarah bangsa. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version