BerauKriminal

Polisi Pastikan Julius Sehat, Kasus Pembunuhan di Berau Murni Konflik Rumah Tangga

Avatar
1058
Tersangka. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Berau – Kasus tragis yang bikin heboh warga Berau akhirnya mulai terang-benderang. Julius, pria yang nekat menghabisi nyawa istri dan dua anaknya di Kecamatan Segah, dipastikan nggak punya gangguan jiwa saat melakukan aksinya. Polisi menegaskan kalau kasus ini murni masalah rumah tangga yang berujung tragis.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Ngatijan, bilang kalau hasil penyelidikan menunjukkan kondisi kejiwaan Julius sehat-sehat aja. Hal itu juga diperkuat keterangan warga Kampung Punan Mahakam, tempat Julius tinggal. “Tidak gila. Dia sehat. Dari keterangan warga, tersangka juga tidak pernah menunjukkan tanda-tanda ODGJ,” jelas Ngatijan, Selasa (19/8/2025).

Fakta lain yang terkuak, konflik rumah tangga jadi pemicu utama. Julius disebut sering melakukan KDRT ke istrinya, sampai keluarga korban, terutama mertuanya, mendesak pasangan ini untuk cerai. Sayangnya, desakan itu malah bikin suasana rumah tangga makin panas dan akhirnya berakhir dengan tragedi berdarah. “Kasus ini bukan karena gila, tetapi murni persoalan keluarga,” tambah Ngatijan.

Menurut polisi, mertua Julius sebenarnya nggak asal ngomong soal perceraian. Selama ini mereka sering dengar langsung pertengkaran di rumah tangga Julius dan anaknya. Karena kasihan sama korban, keluarga mendesak agar mereka pisah. Tapi bukannya selesai, masalah justru makin runyam sampai Julius kalap dan tega menghabisi keluarganya sendiri.

Kasus ini langsung jadi sorotan besar masyarakat Berau. Polisi janji akan memproses Julius sesuai hukum. Kejadian ini jadi pelajaran pahit bahwa KDRT bisa berujung fatal kalau dibiarkan. Lingkungan sekitar, baik keluarga maupun tetangga, punya peran penting untuk mencegah peristiwa tragis kayak gini terulang.

Kalau dilihat dari kasus Julius di Berau, jelas banget kalau masalah rumah tangga yang penuh tekanan bisa meledak kapan aja. Nggak cuma korban yang menderita, tapi dampaknya bisa bikin geger satu kampung. Masyarakat diharapkan lebih peka kalau ada tetangga atau kerabat yang sering jadi korban KDRT, biar bisa cepat dicegah sebelum terlambat.

Harapannya, tragedi ini jadi titik balik buat banyak orang di Berau dan daerah lain untuk lebih peduli soal kekerasan dalam rumah tangga. Dengan dukungan aparat, keluarga, dan masyarakat, semoga kasus seperti ini nggak lagi ada di Bumi Batiwakkal. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version