BRI Super League

Persis Solo Turun ke Liga 2, Evaluasi Besar-Besaran Dimulai

Avatar
812
Fans Persis Solo. Ft by ist

Kaltimdaily.com, BRI Super League – Manajemen Persis Solo akhirnya angkat bicara setelah tim berjuluk Laskar Sambernyawa dipastikan terdegradasi dari Liga 1 musim 2025/2026. Kegagalan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi pukulan besar bagi klub maupun para pendukung setianya.

Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter atas hasil buruk yang diraih sepanjang musim. Ia menegaskan manajemen bertanggung jawab penuh terhadap performa tim yang berujung degradasi.

Menurut Ginda, hasil tersebut sangat mengecewakan karena klub gagal memenuhi ekspektasi masyarakat Solo yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada Persis Solo. Ia menyebut kegagalan musim ini menjadi evaluasi besar bagi seluruh elemen klub.

Manajemen menyadari kekecewaan suporter begitu besar. Namun, kondisi ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kembali fondasi klub agar lebih kuat menghadapi kompetisi mendatang.

Sebagai langkah awal, Persis Solo akan melakukan restrukturisasi menyeluruh mulai Juni 2026. Evaluasi dilakukan di berbagai sektor, mulai dari tim pelatih, official, staf klub, hingga komposisi pemain.

Langkah tersebut dilakukan guna mempersiapkan skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi Liga 2 musim depan. Manajemen menilai pembenahan total diperlukan agar Persis Solo mampu kembali bersaing dan bangkit lebih cepat.

Selain pembenahan internal, Ginda dijadwalkan bertemu dengan jajaran komisaris dan pemilik klub untuk melaporkan perkembangan serta evaluasi selama musim berjalan. Ia memastikan manajemen tidak akan menghindari kritik yang disampaikan suporter.

Pihak klub juga berencana menggelar pertemuan langsung dengan kelompok pendukung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk transparansi agar hubungan antara klub dan suporter tetap terjaga meski berada dalam situasi sulit.

Di sisi lain, pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, disebut terus memantau perkembangan tim hingga akhir kompetisi. Kaesang bahkan sempat hadir langsung di stadion untuk memberikan motivasi kepada para pemain agar berjuang mempertahankan posisi di Liga 1.

Namun, upaya tersebut belum mampu menyelamatkan Persis Solo dari degradasi. Setelah musim berakhir, skuad resmi dibubarkan sementara sambil menunggu hasil evaluasi menyeluruh dari manajemen klub.

Hingga kini, belum ada keputusan terkait pemain yang akan dipertahankan untuk musim depan. Manajemen masih melakukan penilaian terhadap kebutuhan tim sebelum menyusun kerangka skuad baru.

Meski harus turun kasta, Persis Solo menegaskan tetap optimistis menatap masa depan. Dukungan suporter dinilai menjadi energi penting untuk membantu klub bangkit dan kembali ke Liga 1 dengan persiapan yang lebih matang.

Degradasi ini menjadi momen refleksi besar bagi Persis Solo untuk memperbaiki sistem manajemen dan performa tim secara menyeluruh. Klub diharapkan mampu belajar dari kegagalan musim ini agar tidak kembali terjebak dalam situasi serupa di masa mendatang.

Selain itu, loyalitas suporter yang tetap memberikan dukungan di tengah keterpurukan menjadi modal berharga bagi Persis Solo. Solidaritas antara klub dan pendukung diyakini dapat mempercepat proses kebangkitan Laskar Sambernyawa.

Dengan restrukturisasi yang mulai disiapkan, Persis Solo kini dituntut membangun tim yang lebih solid dan kompetitif. Target kembali ke Liga 1 dipastikan menjadi fokus utama klub dalam menghadapi musim baru nanti. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version