BRI Super League

Borneo FC Menang 7-1, Gagal Juara karena Kalah Head to Head

Avatar
805
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bola Borneo FC harus mengakhiri musim Super League 2025/2026 tanpa gelar juara meski tampil luar biasa pada laga terakhir. Pesut Etam sukses membantai Malut United dengan skor telak 7-1 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026).

Kemenangan besar tersebut sebenarnya membuat Borneo FC menyamai perolehan poin Persib Bandung di puncak klasemen akhir dengan total 79 angka. Namun, Persib tetap keluar sebagai juara karena unggul head to head atas klub asal Samarinda tersebut.

Pada pertandingan lain, Persib berhasil menahan imbang Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Hasil itu cukup memastikan Maung Bandung mempertahankan posisi teratas sekaligus menggagalkan ambisi Borneo FC merebut trofi juara.

Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, mengaku kecewa karena timnya gagal menjadi kampiun hanya akibat kalah rekor pertemuan. Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain sepanjang musim.

Menurut Fabio, Borneo FC menunjukkan performa yang sangat konsisten dibanding kontestan lainnya. Ia menilai berbagai statistik musim ini membuktikan Pesut Etam tampil dominan di kompetisi.

Sepanjang musim, Borneo FC tercatat sebagai tim dengan jumlah kemenangan terbanyak serta lini serang paling produktif setelah mengemas 74 gol. Klub kebanggaan Samarinda itu juga mencatatkan rekor 11 kemenangan beruntun.

Tidak hanya itu, Stadion Segiri kembali menjadi benteng kuat bagi Pesut Etam dengan torehan 15 kemenangan kandang sepanjang musim. Borneo FC juga memiliki salah satu penjaga gawang terbaik serta menyumbangkan tiga pemain dalam daftar Best XI kompetisi.

Dalam laga kontra Malut United, Borneo FC langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Mariano Peralta menjadi motor serangan dengan mencetak dua gol cepat pada menit ketujuh dan ke-11.

Keunggulan tuan rumah bertambah melalui gol Juan Villa pada menit ke-12. Setelah itu, Koldo Obieta ikut menyumbangkan dua gol tambahan masing-masing pada menit ke-26 dan 57.

Pesta gol Borneo FC terus berlanjut lewat aksi Muhammad Sihran pada menit ke-78 sebelum Kaio menutup kemenangan besar di masa injury time. Sementara itu, satu-satunya gol balasan Malut United dicetak oleh Frets Butuan.

Kekalahan tersebut membuat Malut United harus mengakhiri musim di posisi keenam klasemen dengan raihan 53 poin dan gagal menembus zona empat besar.

Meski gagal meraih gelar juara, musim ini tetap menjadi salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah Borneo FC. Konsistensi permainan dan sederet rekor yang berhasil diukir menjadi bukti perkembangan signifikan klub dalam beberapa tahun terakhir.

Dukungan suporter di Stadion Segiri juga menjadi kekuatan penting yang terus mengangkat performa tim sepanjang musim. Atmosfer kandang yang solid membuat Borneo FC tampil sangat dominan ketika bermain di hadapan publik sendiri.

Ke depan, Borneo FC diprediksi tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan papan atas sepak bola Indonesia. Dengan fondasi tim yang semakin matang dan performa impresif musim ini, Pesut Etam diyakini mampu kembali bersaing dalam perebutan gelar pada musim mendatang. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version