KubarWellFy

Penyebaran DBD di Kutai Barat Terkendali, Waspada Sarang Nyamuk Masih Banyak

Avatar
1142
DBD. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Kubar – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menunjukkan kabar baik dengan adanya penurunan signifikan dalam jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Meskipun demikian, ancaman penyebaran penyakit ini tetap ada, terutama karena banyaknya sarang nyamuk Aedes aegypti yang masih ditemukan di berbagai pemukiman warga.

Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan Dinas Kesehatan Kubar mengungkapkan bahwa banyaknya tempat penampungan air terbuka, seperti ban bekas dan sampah plastik, menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebar virus DBD. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kubar, Weda, menyatakan bahwa kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan masih rendah.

Hal ini berisiko meningkatkan jumlah kasus DBD apabila tidak segera ditangani dengan serius.

Weda mengingatkan bahwa banyak tempat penampungan air yang tidak tertutup rapat, sehingga menjadi sarang nyamuk.

Meskipun kasus DBD mengalami penurunan—di bulan Oktober 2025 tercatat 256 kasus dengan dua kematian, sedangkan pada bulan November hanya ada tiga kasus baru—penanganan yang cepat dan tepat tetap diperlukan. Virus DBD telah tersebar di berbagai wilayah, sehingga kewaspadaan harus selalu dijaga.

Dalam upaya pencegahan lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kubar kini menyediakan Rapid Diagnostic Test (RDT) di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu, sebagai langkah antisipasi terhadap keterlambatan penanganan. Weda menekankan bahwa setiap gejala demam harus segera ditindaklanjuti dengan membawa pasien ke fasilitas kesehatan tanpa menunda-nunda, karena penanganan yang terlambat dapat berakibat fatal.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kubar terus melakukan langkah-langkah preventif seperti penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), abatesasi, dan fogging jika diperlukan.

Namun, Weda menegaskan bahwa fogging bukanlah solusi permanen dan langkah yang paling efektif adalah pengendalian di sumber sarang nyamuk itu sendiri.

Dalam upaya menanggulangi DBD, Weda juga memberikan apresiasi terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Diharapkan, gerakan PSN yang dilakukan secara konsisten dari rumah ke rumah dapat memutus mata rantai penularan DBD, sehingga tidak ada lagi korban jiwa akibat penyakit ini.

Melihat penurunan jumlah kasus DBD yang signifikan, Pemkab Kubar terus mendorong warga untuk proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyebaran nyamuk. Kebersihan yang terjaga dapat meminimalkan tempat berkembang biaknya nyamuk, yang pada gilirannya mengurangi risiko penularan DBD.

Upaya pencegahan yang dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir kasus DBD di tahun-tahun mendatang. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version