Balikpapan

Pembatalan Beasiswa Gratispol ITK Balikpapan: Ini Kata Pemprov Kaltim

Avatar
1135
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Ft by ist

Kaltimdaily.com – Polemik terkait pembatalan beasiswa Program Gratispol yang melibatkan tujuh mahasiswa S2 Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan telah menarik perhatian publik.

Tujuh mahasiswa yang sebelumnya dinyatakan lolos seleksi beasiswa tersebut terpaksa batal menerimanya. Menanggapi masalah ini, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, mengungkapkan bahwa masalah ini kemungkinan besar disebabkan oleh adanya kesalahan teknis atau miskomunikasi pada tahap verifikasi data.

“Sampai saat ini, saya belum menerima laporan lengkap tentang masalah ini, namun kami akan segera melakukan pengecekan lebih lanjut,” jelas Seno Aji pada Selasa (20/1/2026). Dugaan sementara menunjukkan bahwa ketidaksinkronan data administrasi menjadi faktor utama pembatalan status kelulusan mahasiswa.

Kejadian ini tentu sangat mengecewakan bagi mahasiswa yang sudah menerima pemberitahuan lolos seleksi dan menantikan beasiswa tersebut.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berusaha memberikan klarifikasi.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa pembatalan beasiswa tersebut didasarkan pada regulasi yang telah ditetapkan.

“Beasiswa ini memang tidak diperuntukkan bagi mahasiswa kelas eksekutif, kelas malam, atau program kerjasama,” ujar Faisal. Ia merujuk pada Pergub Kaltim Nomor 24 Tahun 2025 yang mengatur bahwa beasiswa Gratispol hanya diberikan kepada mahasiswa reguler, bukan bagi mereka yang terdaftar pada kelas dengan status khusus.

Faisal juga menambahkan bahwa jika dana tetap disalurkan kepada mahasiswa yang terdaftar di kelas eksekutif, hal ini berpotensi melanggar aturan administrasi negara dan bisa berujung pada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kesalahan prosedural diduga terjadi ketika pihak kampus memasukkan data mahasiswa kelas eksekutif dalam usulan penerima beasiswa.

Pemprov Kaltim pun telah meminta pihak kampus untuk menyelesaikan masalah ini secara internal dan memberikan penjelasan yang transparan kepada mahasiswa yang terdampak.

Program Gratispol sendiri merupakan salah satu inisiatif Pemprov Kaltim untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Pemprov Kaltim berkomitmen untuk menyempurnakan sistem penyaluran beasiswa ini agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Pada tahun 2026, Pemprov Kaltim berencana menambah kuota penerima beasiswa secara signifikan guna membantu lebih banyak mahasiswa berprestasi namun terkendala biaya pendidikan.

Sebagai bagian dari upaya untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang, Pemprov Kaltim menekankan pentingnya kedisiplinan dan akurasi dalam proses verifikasi data penerima beasiswa. Ke depannya, proses seleksi dan verifikasi akan diperketat untuk memastikan bahwa semua mahasiswa yang memenuhi syarat bisa menerima manfaat dari Program Gratispol sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan tambahan kuota penerima beasiswa pada tahun 2026, diharapkan semakin banyak mahasiswa di Kaltim yang dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa terkendala masalah biaya.

Pemprov Kaltim juga berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran berharga dalam memperbaiki sistem verifikasi dan distribusi beasiswa agar lebih efisien dan transparan. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version