Bontang

Pemerintah Kota Bontang Raih IPASN Tertinggi di Kalimantan, Capaian 2024-2025

Avatar
1175
Mesin absen. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang kembali mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (IPASN) tertinggi di Regional Kalimantan, untuk dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025. Pada 2025, nilai IPASN Bontang tercatat mencapai 86,50, meningkat signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah berkontribusi untuk pencapaian ini. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras bersama yang harus terus dipertahankan, karena mencerminkan kualitas kerja yang sangat baik.

Suharto menjelaskan bahwa tingginya nilai IPASN Bontang dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk kinerja optimal pegawai, pengembangan kompetensi, serta rendahnya angka pelanggaran disiplin di kalangan aparatur.

Pemkot Bontang juga terus berupaya memperbaiki sistem absensi pegawai. Salah satu inovasi terbaru adalah penerapan Sistem Monitoring Absensi Setda (SiMona) berbasis digital, yang saat ini sedang dalam tahap uji coba dan akan mulai diterapkan pada 1 Februari 2026.

Sistem baru ini akan mempermudah pemantauan kehadiran pegawai secara real-time dan transparan, menggantikan sistem absensi manual yang digunakan sebelumnya.

Dengan SiMona, absensi pegawai akan tercatat secara otomatis, dan kehadiran atau ketidakhadiran dapat diketahui langsung. Sebagai konsekuensinya, pegawai yang tidak hadir tanpa alasan yang sah pada apel pagi akan dikenakan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 2 persen. Suharto mengingatkan seluruh pegawai agar mempersiapkan diri dengan baik terhadap perubahan ini, yang akan mulai diberlakukan secara efektif pada Februari 2026.

Selain masalah disiplin, Suharto juga mengungkapkan tantangan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah, terutama dengan adanya prediksi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Ia meminta seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk mempersiapkan diri menghadapi penyesuaian anggaran pada tahun 2026 dan 2027.

Meski menghadapi potensi pengurangan dana, Pemkot Bontang diharapkan tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memastikan efektivitas anggaran tetap optimal.

Ke depannya, Pemkot Bontang berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan profesionalisme aparatur dan memperbaiki sistem administrasi agar lebih efisien. Dengan adanya pembaruan sistem absensi dan penyesuaian anggaran yang matang, diharapkan Bontang tetap menjadi kota dengan pelayanan publik yang terbaik di Kalimantan.

Pemkot Bontang juga berharap agar prestasi yang telah dicapai dapat menjadi motivasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas aparatur negara mereka, menuju pemerintahan yang lebih transparan dan efektif. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version