banner-sidebar
IKN

Pemantauan Hilal Ramadhan di IKN, Kalimantan Timur Siap Tentukan Awal Puasa 2026

Avatar
1013
×

Pemantauan Hilal Ramadhan di IKN, Kalimantan Timur Siap Tentukan Awal Puasa 2026

Share this article
Pemantauan Hilal Ramadhan di IKN, Kalimantan Timur Siap Tentukan Awal Puasa 2026
Hilal. Ft by ist

Kaltimdaily.com, IKN – Pemantauan hilal untuk penentuan awal bulan Ramadhan 1447 H akan dilakukan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Timur (Kanwil Kemenag Kaltim) memilih IKN sebagai lokasi pertama untuk pengamatan hilal di daerah tersebut.

Hasil pengamatan di IKN nantinya akan dilaporkan dalam Sidang Isbat untuk menetapkan awal puasa Ramadhan 2026.

Rukyatul hilal ini dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WITA, bersamaan dengan 133 titik pengamatan hilal lainnya di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan serentak sebagai dasar bagi pemerintah untuk menetapkan awal Ramadhan berdasarkan hasil pantauan hilal di berbagai lokasi.

Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pengamatan hilal dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan jarak pandang yang maksimal.

Lokasi yang dipilih adalah Rusun ASN 1 di Penajam Paser Utara, IKN, yang memiliki ketinggian cukup untuk mendukung pengamatan hilal secara optimal. Selain di IKN, pemantauan hilal juga akan dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, termasuk di Menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center di Samarinda, yang menjadi titik utama pengamatan di kota tersebut.

Abdul Khaliq menambahkan bahwa penentuan awal Ramadhan mengacu pada kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), di mana hilal harus memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat agar dapat dianggap terlihat. Jika hilal terlihat sesuai dengan kriteria tersebut, maka puasa Ramadhan 1447 H akan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari dan puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Proses rukyatul hilal di IKN juga melibatkan BMKG untuk perhitungan astronomis dan MUI untuk validasi hasil pengamatan. Semua data dari Kalimantan Timur akan langsung dikirim ke Jakarta untuk dipertimbangkan dalam Sidang Isbat.

Abdul Khaliq juga mengimbau masyarakat Kalimantan Timur untuk menjaga toleransi dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah puasa. Ia berharap agar pelaksanaan rukyatul hilal di IKN dan seluruh Kalimantan Timur berjalan lancar, serta menjadi momen kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.

Dengan pemilihan IKN sebagai titik pengamatan hilal pertama di Kalimantan Timur, diharapkan proses penentuan awal Ramadhan semakin akurat dan efisien. Kehadiran IKN sebagai pusat pemerintahan yang sedang berkembang juga menandakan bahwa wilayah ini memiliki potensi besar untuk berperan dalam kegiatan nasional yang lebih luas, termasuk di bidang keagamaan dan astronomi. (*)




Maaf guys, kalian tidak bisa melakukan copy paste dari situs ini. Terima kasih