BisnisNasional

Menkeu Purbaya Soroti Dana Tersimpan di Bank Indonesia yang Belum Dimanfaatkan untuk Pemulihan Ekonomi

Avatar
1230
Purbaya Yudhi Sadewa. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Samarinda – Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan penjelasan terkait tantangan yang dihadapi Indonesia dalam proses pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI pada Kamis, 28 November 2025, Purbaya menekankan bahwa meskipun pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk mendorong pemulihan ekonomi, aliran uang di masyarakat masih belum optimal. Salah satu penyebab utama masalah ini adalah terparkirnya dana dalam jumlah besar di Bank Indonesia (BI), alih-alih mengalir ke sektor riil yang seharusnya mendorong kegiatan ekonomi.

Purbaya mengungkapkan bahwa sekitar Rp 1.000 triliun dana tersimpan di bank sentral dan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menopang perekonomian. Ia mengingatkan bahwa dana tersebut seharusnya bisa lebih efektif disalurkan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Bank Indonesia memiliki kapasitas yang besar untuk mendistribusikan likuiditas, namun hal ini belum dilakukan secara optimal. Purbaya meminta agar BI lebih aktif dalam menyebarkan dana tersebut ke sektor riil untuk mendorong aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga menyoroti beban berat yang ditanggung oleh kebijakan fiskal pemerintah saat ini. Meski telah ada perbaikan dalam peredaran uang dalam beberapa bulan terakhir, kebijakan moneter belum memberikan kontribusi yang maksimal untuk mendorong pemulihan ekonomi. Purbaya berharap kebijakan fiskal dan moneter dapat lebih sinkron, agar dampak pemulihan ekonomi bisa terasa lebih cepat.

Purbaya juga meminta dukungan dari Komisi XI untuk mempercepat langkah-langkah kebijakan moneter. Tanpa keselarasan antara kebijakan fiskal dan moneter, Purbaya menilai pemulihan ekonomi akan sulit tercapai secara optimal. Ia percaya bahwa BI memiliki kapasitas untuk melepaskan likuiditas tanpa memicu inflasi yang signifikan, dan ia berharap hal ini dapat dipercepat agar mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

Ke depannya, koordinasi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan moneter akan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Dengan langkah yang tepat, terutama dalam mendistribusikan likuiditas secara lebih efektif, perekonomian Indonesia diharapkan dapat pulih lebih cepat dan mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor yang lebih rentan terhadap ketidakpastian global.

Pemerintah, bersama dengan Bank Indonesia dan lembaga terkait lainnya, akan terus memantau dan menyesuaikan kebijakan agar lebih responsif terhadap dinamika ekonomi yang terus berubah. Pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan diharapkan dapat menciptakan kestabilan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version