Kaltimdaily.com, Samarinda – RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda mengklarifikasi tudingan yang beredar mengenai adanya “permainan tempat tidur” di rumah sakit tersebut. Wakil Direktur Medik RSUD AWS, Nurliana Adriati Noor, menyatakan bahwa isu tersebut tidaklah benar. Menurutnya, tekanan yang dihadapi rumah sakit lebih dikarenakan lonjakan jumlah pasien rawat inap yang terus meningkat setiap harinya.
Dalam tiga bulan terakhir, jumlah pasien di RSUD AWS mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Pada Juli, tercatat lebih dari 1.300 pasien yang mengunjungi poliklinik dan sekitar 1.300 pasien yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Angka tersebut tetap tinggi pada bulan Agustus, sementara pada bulan September, pasien IGD bahkan mencapai 1.435 orang. Dengan rata-rata 87 pasien baru setiap hari, RSUD AWS mengalami kesulitan dalam menampung pasien sesuai kapasitas tempat tidur yang terbatas.
RSUD AWS memiliki berbagai kelas tempat tidur dengan total kapasitas mencapai ratusan, termasuk ruang perawatan khusus seperti luka bakar dan ruang isolasi. Namun, keterlambatan pelayanan sering terjadi karena pasien IGD yang belum bisa dipindahkan ke ruang rawat inap hingga kondisi mereka stabil. Nurliana menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak mencampurkan pasien laki-laki dan perempuan dalam perawatan, dan beberapa ruang perawatan sedang direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan serta standar pelayanan.
Selain keterbatasan kapasitas, rumah sakit ini juga menghadapi tantangan dalam hal logistik dan kekurangan tenaga medis. Nurliana menjelaskan bahwa tenaga medis di RSUD AWS bekerja keras untuk memastikan pelayanan tetap terjaga dengan baik. Meski ada penantian terkait ketersediaan tempat tidur, rumah sakit terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan pasien.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan, RSUD AWS Samarinda berkomitmen untuk memberikan pelayanan medis yang aman dan sesuai prosedur. Pihak rumah sakit juga terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan bahwa pelayanan tetap optimal meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan.
Ke depan, RSUD AWS akan terus memperkuat kapasitas pelayanan dengan perencanaan dan pengelolaan sumber daya yang lebih efisien. Pemerintah setempat diharapkan dapat memberikan dukungan dalam memperluas fasilitas rumah sakit agar mampu menangani lonjakan pasien yang terus meningkat. (*)















