Kutai Timur

Kutim Hadapi Ancaman Karhutla, Bupati Sebut Tiga Kecamatan Rawan

Avatar
842
Karhutla. Ft by Ist

Kaltimdaily.com, Kutai Timur – Kutim lagi-lagi dihadapkan dengan ancaman serius kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kutim 2024–2028, karhutla jadi bencana paling sering yang terjadi di sini, bahkan menduduki peringkat pertama dalam daftar ancaman bencana. Ditambah lagi, musim kemarau panjang yang bikin kondisi makin rawan. Cuaca panas, angin kencang, dan lahan yang kering bikin api gampang banget nyebar.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, pas Apel Gelar Pasukan, Peralatan, dan Simulasi Pencegahan Kesiapsiagaan Karhutla, bilang ada tiga kecamatan yang rawan banget terhadap kebakaran hutan, yaitu Kaliorang, Bengalon, dan Muara Bengkal. Dia juga ngingetin pentingnya kolaborasi lintas sektor buat ngebantu ngatasi karhutla. Soalnya, sukses atau nggaknya menekan kebakaran tergantung banget sama kesiapan pasukan, peralatan, dan koordinasi yang cepat.

Kepala BPBD Kutim, Idris Syam, bilang pihaknya lagi gencar-gencarnya patroli dan sosialisasi buat ngebuat warga sadar kalau buka lahan dengan cara dibakar itu bahaya banget. Dia ngingetin kalau pembakaran lahan, sekecil apapun, bisa jadi api besar, apalagi di musim kemarau gini. Idris juga menegaskan kalau aksi bakar lahan nggak cuma ngerusak lingkungan, tapi juga membahayakan kesehatan karena asapnya. Yang melanggar, bisa dikenakan sanksi hukum yang tegas.

Pemerintah Kutim, dengan status siaga karhutla, terus mantau situasi setiap hari. Mereka pastiin langkah-langkah pencegahan udah berjalan dengan baik demi lindungin wilayah dari ancaman asap dan kerusakan ekosistem yang lebih parah.

Penting banget untuk semua pihak bergerak cepat dan saling bekerja sama dalam mengatasi karhutla ini. Tanpa adanya kesadaran dan aksi nyata dari masyarakat serta pemerintah, dampak buruk dari kebakaran hutan ini bisa jadi semakin besar, apalagi ditambah dengan cuaca ekstrem yang terjadi. Jadi, kita semua harus siap dan sigap dalam menjaga alam kita supaya kejadian serupa nggak terjadi lagi.

Dengan adanya kesadaran masyarakat dan sinergi antara pemerintah dan pihak terkait, Kutim diharapkan bisa lebih siap menghadapi musim kemarau yang makin panjang. Semoga langkah-langkah preventif ini bisa mengurangi potensi kerusakan lebih lanjut dan menjaga kelestarian alam serta kesehatan warga. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version