Kutai Timur

Kutim Darurat Banjir: Lung Melah Terendam, Listrik Padam Tiga Hari

Avatar
1133
Banjir di Desa Lung Melah. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Kutim — Desa Lung Melah di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terendam banjir selama tiga hari berturut-turut. Hingga Kamis (11/12/2025), air setinggi pinggang orang dewasa masih menutup jalan dan pemukiman warga, membuat seluruh aktivitas masyarakat di desa tersebut berhenti total. Akses antarwilayah pun terputus, sementara aliran listrik dipastikan padam sejak banjir pertama kali meluas.

Warga menyebut situasi semakin kritis karena pasokan listrik belum kembali normal. Ketua RT 01 Lung Melah, Maria Martina, mengatakan warga semakin kesulitan akibat pemadaman yang terus-menerus terjadi saat banjir berlangsung. “Sudah tiga hari kami hidup dalam gelap dan genangan air. Listrik mati dan menyala tidak menentu, semua aktivitas jadi terhambat,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Keluhan juga disampaikan Resa Agustina, warga desa setempat. Ia menilai persoalan listrik bukan sekadar pemadaman sesaat, namun berkaitan dengan mesin pembangkit lokal yang tidak berfungsi stabil. Menurutnya, situasi tersebut membuat warga semakin khawatir. “Mesin pembangkit tidak menyala normal setiap hari. Kami berharap pemerintah segera turun tangan agar desa ini tidak terus gelap saat banjir,” jelasnya.

Sejak banjir meluas, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menyelamatkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi. Aktivitas ekonomi desa terhenti sepenuhnya, sementara kebutuhan pokok perlahan mulai sulit didapat. Kondisi air yang sudah bercampur lumpur dan limbah rumah tangga ikut memicu kekhawatiran warga akan potensi gangguan kesehatan.

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penanganan banjir maupun perbaikan fasilitas kelistrikan di Desa Lung Melah. Warga berharap bantuan segera disalurkan agar dampak banjir tidak semakin meluas dan aktivitas dapat kembali normal.

Peristiwa banjir di Lung Melah bukan yang pertama kali terjadi. Topografi desa yang berada dekat aliran sungai serta minimnya infrastruktur drainase diduga memperburuk kondisi setiap musim hujan. Masyarakat mendesak adanya solusi jangka panjang agar genangan tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Sebagai langkah mitigasi, sejumlah tokoh masyarakat Kutim meminta pemerintah daerah mempercepat pembangunan sistem drainase dan melakukan normalisasi sungai di area rawan banjir. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana dan memberikan perlindungan lebih baik bagi warga di daerah pedalaman.

Di sisi lain, warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan logistik dan memperbaiki mesin pembangkit listrik desa. Ketersediaan listrik dan kebutuhan dasar dianggap sebagai faktor utama agar masyarakat dapat bertahan selama masa tanggap darurat serta memulai pemulihan pascabanjir. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version