Bontang

KPU Bontang Latih Pegawai Bahasa Isyarat untuk Pelayanan Inklusif

Avatar
553
Pelatihan Bahasa Isyarat oleh KPU Bontang. Ft by ist

Kaltimdaily.com, Bontang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi jajaran sekretariat untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan publik, khususnya bagi masyarakat Tuli dan penyandang disabilitas rungu. Program ini ditujukan untuk mempermudah komunikasi serta memperluas akses masyarakat terhadap informasi kepemiluan.

Pelatihan Juru Bahasa Isyarat (JBI) tersebut dibuka oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Bontang, Rina Megawati. Kegiatan berlangsung di Ruang Husnul Kamil Malik dengan menghadirkan guru dari SLB Negeri Bontang sebagai narasumber serta melibatkan siswa Tuli dalam sesi praktik.

Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga berlatih berkomunikasi secara langsung menggunakan bahasa isyarat. Keterlibatan guru dan siswa Tuli memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memahami kebutuhan komunikasi dalam situasi pelayanan sehari-hari.

Materi pelatihan meliputi pengenalan abjad dan kosakata dasar bahasa isyarat, Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas (EBPD), serta simulasi penyampaian informasi kepemiluan di meja pelayanan. Pembekalan tersebut dirancang agar pegawai mampu memberikan informasi secara lebih mudah dipahami oleh masyarakat dengan kebutuhan komunikasi yang beragam.

Pelatihan menyasar seluruh jajaran Sekretariat KPU Kota Bontang, terutama pegawai yang berhadapan langsung dengan masyarakat melalui layanan front office maupun kegiatan di lapangan. Kemampuan dasar bahasa isyarat diharapkan menjadi bekal untuk mengurangi hambatan komunikasi ketika warga mengakses layanan kepemiluan.

Rina Megawati menegaskan bahwa keterampilan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan publik. Menurutnya, layanan yang baik harus dapat diakses seluruh masyarakat tanpa membedakan kondisi maupun kebutuhan masing-masing.

Ia berharap para peserta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, bukan sekadar memahami teori. Dengan keterampilan tersebut, pegawai diharapkan lebih siap membantu masyarakat Tuli ketika membutuhkan informasi atau layanan dari KPU Bontang.

KPU Bontang menargetkan setiap staf sekretariat memiliki kemampuan dasar berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Target tersebut diharapkan mendukung penyampaian informasi kepemiluan secara lebih inklusif sekaligus meningkatkan kesiapan petugas dalam melayani masyarakat penyandang disabilitas.

Penguatan keterampilan pegawai juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas layanan di lingkungan KPU Kota Bontang. Informasi mengenai tahapan, pendidikan pemilih, dan layanan kepemiluan perlu disampaikan melalui pendekatan komunikasi yang dapat dijangkau oleh masyarakat dengan beragam kebutuhan.

Keberadaan pelatihan ini diharapkan mendorong terciptanya lingkungan pelayanan yang lebih terbuka dan responsif. Kemampuan memahami kebutuhan pengguna layanan menjadi salah satu unsur penting agar masyarakat Tuli dapat berinteraksi dengan petugas tanpa menghadapi hambatan komunikasi yang tidak perlu.

Ke depan, penerapan keterampilan bahasa isyarat dalam pelayanan sehari-hari perlu didukung melalui latihan berkala dan evaluasi kemampuan pegawai. Langkah tersebut dapat membantu memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan benar-benar digunakan ketika masyarakat membutuhkan layanan.

Melalui penguatan pelayanan inklusif, KPU Bontang diharapkan semakin mampu menyediakan akses informasi kepemiluan yang setara bagi seluruh warga. Upaya ini juga dapat menjadi dorongan bagi lembaga pelayanan publik lainnya di Bontang untuk mengembangkan layanan yang lebih ramah terhadap penyandang disabilitas. (*)

Udah tau belum? Kaltimdaily.com juga ada di Google News lhooo..

Site Info Site Info
Exit mobile version