Kaltimdaily.com, Kutai Timur – Jembatan Muara Lembak di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai ditutup sementara pada Selasa (13/10/2026) pukul 00.00 WITA. Penutupan dijadwalkan berlangsung selama 23 hari untuk pekerjaan pemasangan Jembatan Bailey.
Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan tidak dapat melintasi jembatan tersebut dan akan diarahkan melalui jalur alternatif yang telah disiapkan. Pengguna jalan diminta memperhatikan rambu serta petunjuk petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Musa Partogi, mengatakan penutupan dilakukan untuk mendukung proses pemasangan Jembatan Bailey di Muara Lembak.
“Penutupan sementara ini diperlukan agar pekerjaan pemasangan Jembatan Bailey dapat dilaksanakan dengan aman. Kami mengimbau pengguna jalan mengikuti jalur pengalihan yang telah disiapkan dan memperhitungkan waktu perjalanan,” ujar Musa.
Ia menjelaskan, selama masa pekerjaan, masyarakat dapat menggunakan jalur alternatif dengan memperhatikan akses masuk dan keluar yang telah diinformasikan melalui pengumuman resmi. Akses masuk berada di sisi kanan jalan utama Simpang Perdau menuju Muara Lembak, sedangkan akses keluar melalui sisi Sangkulirang, tepatnya Jalan Akses Asam Payang.
Musa juga mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Pengendara diharapkan tidak memaksakan diri melintasi area yang ditutup demi menghindari risiko kecelakaan maupun gangguan terhadap proses pekerjaan.
Pemasangan Jembatan Bailey menjadi bagian dari upaya penanganan akses penyeberangan di kawasan Muara Lembak. Selama pekerjaan berlangsung, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan melalui jalur alternatif.
BBPJN Kaltim mengharapkan dukungan dan pengertian masyarakat selama penutupan sementara ini. Pengguna jalan diimbau memeriksa informasi pengalihan sebelum bepergian serta mengikuti perkembangan pengumuman dari instansi terkait.
Penutupan dijadwalkan berlangsung selama 23 hari sejak 13 Oktober 2026. Masyarakat diminta mengutamakan keselamatan dan bekerja sama dengan petugas agar pekerjaan pemasangan Jembatan Bailey dapat berjalan sesuai rencana.(*)









